Ada Lampion Terbesar Se-Indonesia di Kabupaten Kubu Raya

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan meresmikan lampion terbesar se-Indonesia. (Ist)
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan meresmikan lampion terbesar se-Indonesia. (Ist)

Pontianak, helloborneo.com – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan meresmikan lampion terbesar se-Indonesia yang ada di Vihara Tri Dharma Hian Tian Siang Tie, Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Lampion besar ini terbuat dari kayu hutan dan rotan dengan ukuran lingkaran 18m, tinggi 3 meter 60 cm, diameter 5 meter 80 cm, dan berat 80 kg, diresmikan langsung dan disaksikan masyarakat setempat.

Bupati Kubu Raya menyampaikan lampion ini akan menjadi pemantik dari suatu keberagaman yang ada di Kubu Raya.

“Ini menjadi pemantik dari suatu keberagaman dan kita di Kubu Raya membangun nilai keberagaman itu, yang menjadi sebuah kebahagiaan dan bukan ancaman,” katanya.

Jangan melihat dari seberapa besarnya lampion ini, tapi kebesaran adalah kebesaran pikiran, kalau tidak punya kebesaran fikiran tidak mau mengerjakan yang seperti ini.

Muda menjelaskan, dengan adanya lampion ini akan memberikan dampak positif kepada banyak orang dan akan menjadi suatu kebahagiaan untuk orang banyak.

“Karena ingin membahagiakan orang banyak, jadi ini akan menjadi sebuah kebahagiaan dan menjadi magnet juga untuk wisatawan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Muda juga berharap perayaan Tahun Baru Imlek ini akan menjadi perekat untuk seluruh umat dengan menebarkan kebahagiaan.

“Mudah-mudahan semangat Imlek dan perayaan Cap Go Meh tahun ini akan menjadi perekat dengan adanya lampion ini, bukan melihat dari latar belakangnya tapi membuat bahagia semuanya,” jelasnya.

Di sisi lain, dengan adanya lampion besar ini juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi khususnya Kabupaten Kubu Raya.

“Jelas ini akan menjadi dampak dalam kemajuan ekonomi karena otomatis akan menjadi magnet dan karena menjadi salah satu pariwisata, untuk Kubu Raya, Pontianak dan lainnya juga sama seperti semua daerah,” katanya.

Ini juga dikatakannya menjadi salah satu inovasi yang membuat para pendatang jadi penasaran dan akan menjadi sebuah trobosan.

“Saya kira dengan membuat aktivitas dan inovasi seperti ini tentu akan membuat semua orang penasaran dari berbagai pendatang jadi ini alam menjadi trobosan,” jelasnya.

Sementara, Ketua Harian Vihara Tri Dharma Hian Tian Siang Tie, Tjiou Tek Thai menjelaskan lampion ini umum dibuat oleh dua orang saat merangkai kerangka lampion.

“Umumnya dibuat dua orang yang dan yang menjadi koordinatornya adalah Lim Hie Thian,” jelasnya.

Diterangkannya saat memasang kainnya itu dilakukan dengan bergotong royong, karena kalau untuk kerangka itu memang sengaja tak dibuat dengan banyak tangan, supaya lebih fokus. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.