Pemkab PPU Dukung Fasilitas Kesehatan Penyelenggara KPU PPU

Edy Suratman Yulianto

Pemkab PPU akan dukung kesehatan petugas penyelenggara Pemilu. (Ist)
Pemkab PPU akan dukung kesehatan petugas penyelenggara Pemilu. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Tingginya resiko di saat momen Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menginginkan ada fasilitas kesehatan untuk calon pendaftar Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Atas dasar tersebut KPU pun mengharuskan untuk para calon pendaftar memiliki surat keterangan sehat.

Usulan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan dari pemerintah daerah, menurut Ketua KPU Kabupaten PPU, Irwan Sahwana pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Kabupaten PPU, Hamdam Pongrewa memberikan respon yang baik.

“Kami ini ada namanya surat kesehatan untuk yang pendaftar dan alhamdulilah respon pak bupati selaku kepala daerah akhirnya, kita difasilitasi sarana dan prasarana tadi.” ujar Ketua KPU Kabupaten PPU, Irwan Sahwana.

Surat Kesehatan tersebut dianggap penting, selain menjamin para penyelenggara dari hal yang tidak diinginkan, juga memudahkan masyarakat untuk mendaftarkan diri.

“Karena jumlah kpps kami berjumlah 3605 orang. Minimal harus punya surat kesehatan dari puskesmas. Kalau selama surat keterangan itu, dia sehat kami terima,” ujarnya.

Sedangkan dalam sambutan Hamdam Pongrewa dalam Pelantikan PPS (Panitia Pemungutan Suara) mengaku pentingnya dukungan pemerintah daerah kepada para penyelenggara.

Dirinya tak ingin hal buruk seperti kehilangan nyawa penyelenggara seperti pesta demokrasi periode lalu. Tak hanya menyita waktu tetap juga dianggap menguras tenaga penyelenggara.

“Terpenting dukungan pemerintah kesehatan yang insyaallah tentu akan dilaksanakan tugas ini dapat menyita waktu dan tenaga. Pelajaran pada pemilu yang lalu,” ucap Hamdam Pongrewa.

Diharapkan dengan adanya dukungan pemerintah terkait fasilitas kesehatan. Jumlah korban pada pesta demokrasi kalj ini bisa diredam.

“Mungkin juga karena dukungan kesehatan yang kurang memadai sehingga banyak memankan korban
Berharap tahun ini bisa diminimalisir dukungan kesehatan,” tegasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses