Evakuasi Kapal Tongkang Kandas di Perairan Kalahien

Kapal tunda atau tugboat (TB) Andalas 8 dan tongkang BG Andalas Express 8 kandas. (Ist)
Kapal tunda atau tugboat (TB) Andalas 8 dan tongkang BG Andalas Express 8 kandas. (Ist)

Buntui, helloborneo.com – Kapal tunda atau tugboat (TB) Andalas 8 dan tongkang BG Andalas Express 8 yang kandas di perairan Kalahien Kecamatan Dusun Selatan (Dusel) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) saat ini sedang dilakukan evakuasi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Barsel Daud Danda, melalui Kabid Pelayaran I Wayan S menyampaikan, dengan dilakukannya evakuasi tersebut pihak Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Rangga Ilung di Kecamatan Jenamas memberitahukan kepada seluruh kapal yang berlayar di sekitar lokasi kejadian kapal kandas tersebut bahwa saat ini melakukan kegiatan alih muat batu bara dari TB Andalas 8 dan BG Andalas Express 8 ke TB Patria 24 dan BG Patria 312 di perairan Jembatan Kalahien.

“Seluruh kapal yang berlayar, dan melalui perairan jembatan Kalahien dilarang sementara waktu melintas hingga proses evakuasi selesai,” tutur I Wayan S.

Dari hasil pemantauan di lapangan, kata Wayan, saat ini pemindahan muatan batu bara dari TB Andalas 8 dan BG Andalas Express 8 yang kandas tersebut proses evakuasinya sudah berjalan hampir 35 persen.

Bahkan informasi yang didapat dari Kapten kapal, bahwa tongkang yang kandas sudah mulai terangkat dan ia berharap semoga terangkat hingga 50 persen. “Sehingga lebih cepat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk dilakukan over kargonya,” jelasnya.

Dia juga berharap, evakuasi tersebut tidak memakan waktu lama sebab ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, baik untuk Kalteng, Barsel, Barito Utara (Barut), masyarakat Desa Kalahien serta seluruh pengguna alur di perairan tersebut.

Sementara itu, ditambahkannya, terkait penanganan jembatan Kalahien realisasi perbaikannya untuk sementara berdasarkan hasil rapat pihak Dinas PUPR Provinsi Kalteng dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) akan mendatangkan tim teknis pusat.

Karena saat ini dari pihak Dinas PUPR Provinsi Kalteng belum berani menyatakan bahwa jembatan Kalahien aman atau tidak. Hal tersebut, dikarenakan belum adanya penilaian teknis berkaitan dengan benturan yang ada.“Karena masih menunggu tim teknis yang didatangkan dari pusat,” tutur I Wayan S. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.