Kasongan, helloborneo.com – Sekda Kabupaten Katingan, Pransang menyebutkan bahwa tantangan pengembangan usaha hutan yang dikelola oleh masyarakat di daerahnya cukup besar.
“Antara lain dukungan infrastruktur yang belum memadai, khususnya dalam hal sarana transportasi dan komunikasi,” tutur Sekda Katingan Pransang, saat menghadiri lokakarya multipihak membangun prosedur monitoring implementasi pengelolaan hutan lestari di Aula BKAD.
Pransang mengatakan, selain itu juga akses pasar menjadi tantangan, terutama pada jenis komoditas yang tidak berkesinambungan permintaannya.
Unit pengelolaan hutan oleh masyarakat, ujar Sekda perlu mendapat perhatian dan dukungan, karena pemanfaatan sumber daya hutan sebaiknya dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Saat ini telah dilakukan serangkaian fasilitasi revisi dan penyusunan rencana pengelolaan dan rencana kerja tahunan untuk tiga perhutanan sosial oleh yayasan WWF Indonesia yang ada di Desa Tumbang Habangoi, Tumbang Kawaei, dan Tumbang Mangara,” katanya.
Selain itu pula, imbuh Sekda, telah difasilitasi kepada perkumpulan petani rotan Katingan yang ada di 6 kecamatan hingga berhasil mendapatkan sertifikat FSC Forest Management And Chain Of Custody untuk hasil hutan bukan kayu, khususnya komoditas rotan yang pertama di Indonesia. (ip/log)
















