PSSI Pilih Erick Thohir Sebagai Ketua

Mantan pemilik Inter Milan dan menteri BUMN, Erick Thohir (dua dari kanan) bersama Menpora Zainudin Amali (kanan), mantan ketua PSSI Mochamad Iriawan (kiri) dan La Nyalla Mahmud Mattalitti (kedua kiri) di Jakarta, 16 Februari 2023. (Foto: ANDI KURNIAWAN/AFP)
Mantan pemilik Inter Milan dan menteri BUMN, Erick Thohir (dua dari kanan) bersama Menpora Zainudin Amali (kanan), mantan ketua PSSI Mochamad Iriawan (kiri) dan La Nyalla Mahmud Mattalitti (kedua kiri) di Jakarta, 16 Februari 2023. (Foto: ANDI KURNIAWAN/AFP)

Jakarta, helloborneo.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Kamis (16/2), memilih Erick Thohir, menteri BUMN dan mantan presiden Inter Milan, sebagai ketua barunya, beberapa bulan setelah Indonesia mengalami satu insiden stadion yang paling banyak menelan korban jiwa di dunia.

Bencana Oktober lalu di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, menewaskan 135 orang dan menimbulkan kekhawatiran luas tentang standar keselamatan pertandingan sepak bola. Investigasi menyimpulkan penggunaan gas air mata yang berlebihan dan sembarangan adalah penyebab utamanya.

Sepak bola Indonesia telah dirusak oleh skandal pengaturan pertandingan dan masalah penonton dan Erick, yang telah menjadi menteri BUMN sejak 2019, akan ditugaskan untuk bekerja sama dengan badan dunia FIFA untuk meningkatkan keamanan dan memastikan penyelenggaraan Piala Dunia untuk kelompok usia di bawah 20 than (U-20) berjalan lancar. Turnamen itu akan berlangsung pada bulan Mei.

Dalam postingannya di Instagram, Erick mengatakan Indonesia perlu menghadirkan “pertandingan sepak bola yang aman dan menyenangkan”.

“Kami perlu memastikan olahraga kami bersih dan penuh kemenangan,” kata Erick, yang merupakan pemilik mayoritas Inter Milan dan saat ini juga menjadi pemegang saham mayoritas di klub kasta ketiga Inggris, Oxford United.

Setelah pengumuman tersebut, media-media di Jakarta mengutip Presiden Joko Widodo yang mengatakan ia berharap ketua PSSI yang baru akan “merombak total” sepak bola Indonesia.

Analis sepak bola Tommy Welly mengatakan pemilihan Erick dapat menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan konflik kepentingan, mengingat perannya di kabinet.

Indonesia beberapa kali bentrok dengan FIFA terkait tata kelola PSSI. Keanggotaan Indonesia pernah ditangguhkan pada tahun 2015. Statuta FIFA memungkinkan organisasi itu menjatuhkan sanksi terhadap anggotanya jika pengelolaan persepakbolaan nasionalnya “dipengaruh pihak ketiga”. (voa/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.