Hunian Pekerja Konstruksi IKN Nusantara Telah Diisi 540 Tenaga Kerja

Hunian pekerja konstruksi (HPK) Ibu Kota Nusantara. (Ist)
Hunian pekerja konstruksi (HPK) Ibu Kota Nusantara. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Hunian pekerja konstruksi (HPK) Ibu Kota Nusantara (Nusantara) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Pasar Utara, telah diisi sekitar 540 tenaga kerja yang terlibat dalam proyek pembangunan infrastruktur ibu kota negara Indonesia baru.

“Pengerjaan HPK ditargetkan selesai 100 persen pada Maret 2023, sekarang dalam tahap penyelesaian akhir,” jelas Project Engineering Manager PT Adhi Karya, Fadin Darmawan di Penajam.

Hunian pekerja konstruksi yang terdiri dari 22 bangunan tower dengan masing-masing tower dibangun emoat lantai tersebut berada di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) atau tidak jauh dari lokasi pekerjaan.

Total kapasitas tampung HPK mencapai 16.200-16.300 orang yang terbagi menjadi 15.000 untuk tenaga kerja terampil dan 1.200-1.300 untuk tenaga ahli.

Untuk pekerja PT Adhi Karya, menurut Fadin Darmawan, menempati HPK dari tower satu sampai tower 10, dan telah dihuni sekitar 300 pekerja.

Pada kawasan tower satu sampai 10 terbagi di antaranya enam tower untuk tenaga kerja terampil dengan kapasitas satu tower bisa menampung sekitar 700 orang, dan empat tower untuk tenaga ahli dengan kapasitas satu tower dapat menampung sekitar 252 orang.

“Satu kamar untuk tenaga terampil diisi 10 orang dan untuk kamar tenaga ahli diisi tiga orang,” ujar dia.

Sedangkan pekerja PT Wijaya Karya (WIKA) menempati hunian pekerja konstruksi dari tower 11 sampai tower 22 yang dapat menampung sekitar 6.528 orang, terdiri dari satu tower menampung 544 orang dengan satu kamar diisi 10 orang. Dan saat ini telah terisi 245 orang.

Setelah pengerjaan pembangunan HPK yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu selesai bakal diserahkan kepada Otorita IKN.

Kemudian hunian pekerja konstruksi dikelola Otorita IKN melalui Badan Usaha Milik Otorita.

HPK yang dibangun dengan material baja tersebut bukan bangunan permanen, yang bakal dibongkar setelah pembangunan IKN Indonesia baru bernama Nusantara selesai. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses