Tekan Stunting, DP3AP2KB Kabupaten PPU Intensifkan Pelayanan KB

Sekretaris DP3AP2KB Kabupaten Penajam Paser Utara, Siti Aminah (Dok)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus melakukan koordinasi dan upaya guna mempercepat penurunan stunting di daerah tersebut

“Upaya dan Koordinasi dilakukan sebagai upaya mendukung program percepatan penurunan stunting melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB,” ujar Sekretaris DP3AP2KB Kabupaten PPU Siti Aminah.

Ia menjelaskan, kondisi stunting di Kabupaten PPU cukup tinggi sebesar 27,67 persen dari pencapaian target 2024 sebesar 14 persen. Sehingga diperlukan kerja keras untuk mengurangi angka tersebut.

“Dukungan dan kerja sama dari berbagai sektor sangar diperlukan untuk mencapai target tersebut. Di mana hingga tahun 2024 mendatang target kita harus mencapai 14 persen mampu mengurai stunting ini,” jelasnya. 

Langkah upaya penurunan angka stunting dilakukan melalui peningkatan kesertaan keluarga berencana. Untuk menunda atau menjarangkan kelahiran pada keluarga yang berisiko stunting. 

“Jadi kalau yang sudah stunting, paling tidak kita mempertahankan jangan sampai ada terjadi lagi stunting-stunting berikutnya di PPU,” katanya.

Dirinya berharap, pertemuan ini dapat meningkatkan komitmen stakeholder dan mitra kerja terkait di Kabupaten PPU dalam pelayanan KB tersebut.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Penduduk merupakan modal dasar pembangunan dan titik sentral dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. 

Oleh kebab itu, Pemkab PPU perlu menyelenggarakan program yang berhubungan dengan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan keluarga.

“Ini sesuai dengan arahan Presiden RI, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) ditunjuk sebagai koordinator program yaitu menjadi leading sector percepatan penurunan stunting,” tuturnya. 

Aminah menambahkan, tugas bersama dari BKKBN dimulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal ini dimulai dari masa pranikah hingga masa balita dalam keluarga, sehingga penyuluh terus ditingkatkan kepada masyarakat.

Maka dari itu, saat ini mereka tengah gencar memberikan penyuluhan di sekolah-sekolah terkait hal tersebut di Kabupaten PPU. Karena di sini remaja mempersiapkan reproduksi perencanaan kapan akan menikah.  

“Nah, jangan berencana kita menikah, tetapi menikah harus direncanakan dengan baik, sehingga dapat mempersiapkan reproduksinya agar terhindar dari stunting,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses