Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan penyebaran informasi melalui minim podcast yang akan diunggah ke akun YouTube Dinas P3AP2KB Penajam Paser Utara.
Dalam kesempatan kali ini membahas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Narasumber dalam tema ini adalah Lurah Kelurahan Petung, Achmad Fitriady yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Kepala Seksi Perlindungan Perempuan DP3AP2KB Kabupaten PPU.
Menurut Analis Perlindungan Perempuan DP3AP2KB Kabupaten PPU, Nadhiratul Amalia upaya dalam penyelesaian persoalan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah masalah bersama. Dalam penanganan korban kasus kekerasan perempuan dan anak harus melibatkan banyak pihak.
“Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak merupakan permasalahan yang dalam pengentasannya tidak bisa dilakukan secara perseorangan, melainkan menjadi tugas bersama,” kata Nadhiratul Amalia, Selasa (28/02/2023).
Dalam mengurai kasus kekerasan perempuan dan anak, menurut dia bisa dilakukan sejak dini dalam ruang yang lebih kecil, seperti lingkungan sekolah melalui Forum Anak dan masyarakat umum, apabila mengetahui adanya kasus.
“Siapapun bisa melakukannya dengan saling menjaga mulai dari lingkup terkecilnya. Pengoptimalan peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor juga menjadi salah satu cara pencegahan kekerasan, khususnya di lingkungan sekolah,” ucapnya.
Dirinya meminta masyarakat melalui mini podcast ini, untuk tidak segan melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi.
Baginya, banyak wadah untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten PPU, mulai dari tingkat kelurahan dan Desa hingga ke Dinas terkait.
“Bagi orang-orang yang telah menjadi korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, jangan ragu untuk mencari bantuan terdekat, baik ke Kelurahan/Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek, Polres, maupun Dinas P3AP2KB,” ujarnya.
Nadhiratul Amalia meminta untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten PPU.
“Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dengan jaga diri, dia, dan mereka,” pungkasnya. (adv/log)
















