Perpustakaan Inklusi Sosial Tingkatkan Keterampilan dan Ekonomi Warga

Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. (Ist)
Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. (Ist)

Banjarmasin, helloborneo.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial beberapa waktu lalu.

Dibalut dengan tema Pemanfaatan Gulma Lahan Basah (Purun Tikus/Purun Danau) untuk Kesejahteraan Masyarakat Batola, kegiatan ini diikuti puluhan masyarakat setempat serta sejumlah anggota TP PKK Kabupaten Batola dan komunitas lainnya.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie melalui siaran pers Dispersip Kalsel mengatakan, pelatihan ini menyesuaikan potensi di daerah untuk meningkatkan keterampilan dan ekonomi warga.

“Batola merupakan salah satu Kabupaten penghasil Purun di Kalsel yang tersebar di beberapa kecamatan. Masyarakat Kalsel telah menggunakan purun sebagai bahan baku untuk kerajinan tangan, inilah yang menjadi dasar kami mengangkat tema ini,” ucapnya, Banjarmasin, Selasa (28/2/2023).

Nurliani menegaskan, perpustakaan selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan, juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan.

“Kegiatan ini merupakan program dari Perpustakaan Nasional RI, bertujuan untuk memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga kemampuan literasi meningkat yang berujung kepada peningkatan kreativitas dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Penjabat Ketua TP PKK Batola, Suharyanti Mujiyat mengucapkan terima kasih kepada Dispersip Kalsel karena sudah diberi kepercayaan untuk melaksanakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini.

Apalagi menurutnya, kerajinan anyaman purun tikus dan purun danau merupakan komoditas unggulan daerah Batola, dan sudah seharusnya warga di Bumi Ija Jela memiliki keterampilan aneka kerajinan.

“Kita harus bangga memakai produk-produk kerajinan daerah kita sebagai identitas warga Batola, kegiatan ini mendukung program UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) yang merupakan salah satu Program Pokja II PKK,” katanya.

Suharyanti menjelaskan, UP2K ini adalah program pemberdayaan ekonomi masyarakat baik yang telah memiliki usaha maupun belum.

“Melalui program ini masyarakat didorong agar mampu mandiri secara ekonomi,” ungkap Suharyanti yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Taman Budaya Kalsel.

Sementara itu, Kepala Disperpusip Batola Siti Aminah mengatakan, kegiatan pelatihan ini diikuti 50 peserta dari berbagai lintas sektor yaitu para Kader PKK, ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan, pengelola perpustakaan Desa, Perpustakaan sekolah, komunitas literasi, para pustakawan, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.