Pembangunan IKN Diyakini Investasi Semakin Banyak Masuk ke Benuo Taka

Nyaman Bagus Purwaniawan

Kepala DPMPTSP Kabupaten Penajam Paser Utara, Alimuddin. (Dok)
Kepala DPMPTSP Kabupaten Penajam Paser Utara, Alimuddin. (Dok)

Penajam, helloborneo.com – Pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Indonesia baru bernama Nusantara pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, yakni Kecamatan Sepaku yang mulai padat diyakini investasi semakin banyak masuk ke daerah berjuluk Benuo Taka itu.

Seiring masifnya pembangunan IKN Nusantara, kata kepala Dinas Penanaman Modal, Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Penajam Paser Utara, Alimuddin di Penajam, Rabu akan semakin banyak investor masuk ke daerah ini.

Capaian investasi Kabupaten Penajam Paser Utara ditargetkan pada tahun lalu (2022) ditargetkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp800 miliar.

Namun menurut dia, investasi yang masuk ke Kabupaten Penajam Paser hingga akhir 2022 tercapai sekitar Rp1,39 triliun atau melampaui target.

Realisasi investasi tahun lalu (2022) bisa melebihi target, jelas dia, ada peningkatan penanaman modal di sektor properti atau perumahan, jasa, ritel, serta tambang dan lainnya.

Capaian investasi melebihi target tersebut diperkirakan dampak dengan ditetapkannya sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, yakni Kecamatan Sepaku menjadi kawasan inti IKN Indonesia baru.

Jika semua usaha yang ada di Kecamatan Sepaku sebagai kawasan IKN Nusantara, rutin melaporkan nilai investasi, ujar dia, maka capaian investasi bisa jauh lebih meningkat.

“Banyak yang belum laporkan investasi, terutama di IKN kemungkinan karena berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat,” ucapnya.

Pemindahan dan pembangunan IKN Nusantara ke wilayah Kecamatan Sepaku, menurut dia, membuat pemilik modal (investor) melirik Kabupaten Penajam Paser Utara untuk menanamkan modal (investasi).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada tahun ini (2023), menargetkan capaian investasi untuk Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar Rp2,6 triliun.

“Kami optimistis target investasi yang ditetapkan pemerintah provinsi itu bisa dicapai karena melihat peluang dengan keberadaan IKN,” tegas Alimuddin. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses