Kopi Nusantara Bawa Kopi Balikpapan di Pameran Qatar dan Jedah

Didin Hamid, pemilik Warung Kopi Nusantara yang ada di Balikpapan. (Ist)
Didin Hamid, pemilik Warung Kopi Nusantara yang ada di Balikpapan. (Ist)

Balikpapan, helloborneo.com – Kopi menjadi kesukaan di berbagaia kalangan mulai dari anak muda sampai orang dewasa. Untuk di daerah Balikpapan saja sudah banyak sekali Coffee Shop yang Mulai membuka usahanya di tiap-tiap sudut Kota Balikpapan.

Satu yang menarik berbeda dengan coffee shop atau cafe, tertuju kepada warung kopi Nusantara yang ada di Balikpapan Baru dekat lampu merah seberang Living Plaza Balikpapan.

Coffee Shop ini tak hanya membuat minuman kopi namun juga menyangrai kopi mentah tau green bean menjadi kopi robusta atau arabica untuk dijual dalam bentuk kiloan yang telah dikemas.

Kopi Nusantara ini menjadi incaran biji kopi robustanya yang di ambil dari Aceh yakni Aceh gayo, Toraja yaitu Toraja Sapan dan Kulu-kulu.

“Sehari penjualan biki kopi robusta itu keluar minimal 10 KG biasanya 30 KG kalau permintaan banyak,” kata Galang AS sebagai Roaster di Kopi Nusantara.

Galang menjelaskan untuk rosting Kopi Kami memiliki empat alat ada alat yang kapasitasnya 30 Kilogram saya kerjakan 25 Kiligram untuk sekali rosting dan tiga mesin lainnya 5 kilo untuk sekai rosting dengan tiga alat tersebut. Untuk proses pengerjaan rosting 25 Kilogram itu prosesnya 1 jam.

Biji Kopi yang kami hasilkan itu robusta, Arabica dan blend (campuran antara robusta dan arabica)

Untuk pesanan bukan hanya Balikpapan tetapi juga permintaan dari Kota Samarinda dan Bandung.

“Kopi kami telah uji lab dan bertahan selama 2 tahun, sedikit informasi biasanya kopi kalau sudah masuk ED (Expired date) kopi tetap dapat di konsumsi namum wanginya sudah berkurang,” ujarnya.

“Kami akan berangkat 12 Maret 2023 nanti, akan pameran di Qatar pada 15-19 Maret untuk mengenalkan bean di event Qatar International Agricultural (AGriteq) 2023, lalu setelahnya ke Jedah,” kata Didin Hamid Pemilik Kopi Nusantara.

Didin menjelaskan pada saat pameran diundang Kedutaan besar Indonesia di Qatar, dan Jedah yang dibawa ke Qatar itu Kopi Haina, Kopi Balikpapan, robusta kopi (Green Bean). Saya juga banyak didukung oleh Pemerintah Kota Balikpapan untuk menjalan usaha Kopi di Balikpapan, seperti pemkot sering diajak pameran oleh Pemkot dulu 2018 Trade Expo Indonesia dan tahun 2019 sampai 2021 sering diajak pemkot, untuk tahun 2022 kemarin saya pameran trade expo diajak oleh Pertamina.

“Harapan untuk expo di luar negeri harapannya menambah devisa untuk Balikpapan dan Kopi Balikpapan lebih dikenal di luar Negeri,” pungkasnya. (ok/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses