Elpiji Subsidi Dijual Lebihi HET di Katingan

Monitoring harga di sejumlah pangkapan dan pengecer gas elpiji. (Ist)
Monitoring harga di sejumlah pangkapan dan pengecer gas elpiji. (Ist)

Kasongan, helloborneo.com – Gas elpiji subsidi isi 3 kilogram di Kasongan dan sekitarnya ternyata dijual para pengecer jauh melebihi harga eceran tertinggi atau HET yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.

Hal itu terungkap saat pihak Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Katingan mengadakan monitoring harga di sejumlah pangkapan dan pengecer gas elpiji.

Monitoring harga jual gas elpiji ini dipimpin Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Katingan, Siti Normakiyah didampingi sejumlah stafnya di komplek Pasar Kasongan.

Turut mengikuti acara monitoring ini dari sejumlah aparat baik TNI maupun Polri. Dari pantauan, sejumlah pangkalan  gas elpiji di komplek pasar tersebut dimintai keterangan, baik terkait masalah stok barang maupun harga penjualan, pun demikian beberapa pengecer gas elpiji juga dicecar pertanyaan oleh tim dari Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan.

“Iya, kita hari ini monitoring terkait ketersediaan gas elpiji baik yang subsidi maupun non subsidi, sebab biasanya menjelang puasa ramadhan terjadi kelangkaan dan menyebabkan harga naik,” ujar Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Katingan, Siti Normakiyah.

Menurutnya, dari hasil monitoring tersebut ketersediaan gas elpiji terutama yang bersubsidi isi 3 kilogram stoknya aman, namun harga gas elpiji subsidi 3 kg teraebut yang dijual ditingkat pengecer harganya jauh melebihi harga yang dipatok sesuai HET.

Pasalnya, rata-rata pengecer gas elpiji menjualnya Rp40 ribu per tabung. Padahal sesuai HET yang telah dikeluarkan pemerintah daerah harga gas elpiji subsidi 3 kg itu hanya Rp24 ribu per tabung.

“Kita pantau harga di pangkalan, dan pengecer juga kita kroscek. Kata pihak pangkalan menjualannya sudah sesuai HET, tapi pengecer yang kita tanya katanya harga dari pangkalan sudah melebihi HET,” kata Siti Normakiyah. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses