Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Dalam jalanya Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ke 21 tahun sempat diwarnai insinden. Saat pembacaan sambutan yang dipimpin oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor, lampur di ruang Rapat Paripurna tiba-tiba sebagian mati.
Rapat Paripurna Hari Jadi Kabupaten PPU, seharusnya bisa berjalan dengan khidmat karena menjadi momen satu tahun sekali. Rapat Paripurna kali ini tak seperti biasanya, banyak dihadiri oleh pejabat penting mulai dari tingkat organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, lembaga kedaerahan, aparatur desa, kelurahan, kepala dinas hingga tamu undangan tingkat provinsi.
Namun tak disangka, saat berjalan rapat paripurna terjadi insiden, sebagian lampu mengalami padam. Hal tersebut tentu sempat menganggu jalannya khidmatnya rapat paripurna yang digelar setahun sekali.
Melalui Sekretaris DPRD Kabupaten PPU, Andi Singkerru mengatakan bahwa persoalan yang terjadi telah diperbaiki. Dirinya tak menampik bahwa hal tersebut adalah sebuah insiden.
“Sudah diperbaiki, ini insiden juga,” kata Andi Singkerru di ruangannya, Sabtu (11/03/2023).
Menurut informasi yang diterima oleh Andi Singkerru, melalui pejabat dibawahnya bahwa Miniature Circuit Breaker (MCB) mengalami kerusakan. MCB adalah perangkat yang digunakan untuk membatasi arus listrik dan pengaman ketika ada beban lebih.
“Infonya MCB-nya terbakar,” ujarnya.
Kepada pejabat dibawahnya, Andi Singkerru mengaku telah memerintahkan memperbaiki dengan MCB yang lebih bagu sehingga insiden serupa tak terulang.
“Saya sudah arahnya untuk beli MCB yang lebih bagus” pungkasnya. (log)
















