Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dituntut harus dapat mempertahankan aset yang berada di Desa Bukit Raya. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meyakini perlu ada komunikasi kepada otorita untuk melobi aset tersebut.
Anggota DPRD Kabupaten PPU, Thohiron mengatakan pemerintah daerah harus bisa mempertahankan aset di daerah Trunen, Desa Bukit Raya berupa tanah seluas sekitar 43 hektare. Hal tersebut perlu diperjuangkan karena menjadi aset satu-satunya yang diharapkan di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Jangan semua dikasihkan pemerintah pusat asetnya. Kalau saya harus bisa mempertahankan area Trunen, kita bangun, karena itu satu-satunya harta kita yang dekat dengan kawasan ibu kota, jadi nanti kalau itu tetap bisa kita pertahankan yaitu akan bisa menyumbang PAD,” kata Thohiron.
Sebelumnya Bupati Kabupaten PPU, Hamdam mengaku sulit untuk mempertahankan aset tersebut, sehingga berupaya mendapatkan kompensasi. Namun menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten PPU, Thohiron kompensasi dianggap tidak cukup menganti aset 43 hektare itu.
“Kalau d kompensasi rugi kalau kompensisanya uang aja, apa kompensasi dalam bentuk uang nda jelas untungnya, kalau jadi bangunan lain tetap rugi,” ucapnya.
Bupati Kabupaten PPU harus dianggap perlu pandai melakukan komunikasi. Thohiron tak ingin adanya IKN malah mengusur aset-aset pemerintah daerah.
“PPU mestinya berpikir begitu, bagaimana lahan yang kita miliki ini produktif. Pentingnya bupati mampu melobi sebagai daerah yang diberi kewenangan, masa mau diambil semua kita tidak dapat kompensasi. Jangan rakyat saya ditelantarkan,” terangnya.
Thohiron menerangkan dengan wacana pembangunan IKN yang semakin tumbuh percepatan pembangunan, lokasi aset 43 hektare tersebut memiliki potensi untuk mendapatkan pemasukan bagi daerah.
“Paling tidak kalau tanah itu tetap milik kita itu kan dekat dengan IKN, artinya tanah itu mempunyai posisi yang sangat strategis, sehingga nanti seiring dengan perjalanan sana sudah maju pembangunan sudah berjalan sesuai rencana, otomatis nilai tanah menjadi tinggi disitu kalau kemudian bisa bangun hotel bisa menjadi pemasukan daerah,” pungkasnya. (log)
















