
Palangka Raya, helloborneo.com – Sinergi Pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu Kalteng 2023 diharapkan dapat mendorong pengembangan UMKM yang dapat meningkatkan kualitas perekonomian rakyat yang lebih mandiri, khususnya unit usaha kecil kerakyatan, baik dari sisi kemudahan akses pembiayaan, insentif, pemasaran, dan lain sebagainya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Nuryakin berharap Kemenkeu Satu dapat menjadi pendukung perkembangan UMKM agar memberikan asistensi dan bimbingan berupa pemberian pemahaman ketentuan perpajakan, dan insentif-insentif pajak.
“Selain nitu perluasan pasar UMKM melalui marketplace dan lelang online produk UMKM, Akses Pembiayaan Modal Usaha (KUR dan UMi), sehingga UMKM mitra Kemenkeu Satu menjadi UMKM yang tangguh dan siap menembus pasar ekspor,” jelasnya saat membuka acara Sinergi Pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu Kalteng 2023, di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalteng.
Ia menambahkan, UMKM memiliki peranan yang penting dan strategis untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, khususnya pada periode krisis COVID-19. “Oleh karena itu, sinergi Kemenkeu Satu diharapkan juga dapat mendukung UMKM di Kalimantan Tengah dapat lebih berkembang dan memberikan kontribusi yang besar untuk perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalteng Hari Utomo menyampaikan, acara yang diselenggarakan selama tiga hari pada tanggal 14-16 Maret 2023 ini diisi dengan kehadiran booth UMKM binaan Kemenkeu Satu, serta berbagai acara talkshow.
“Sampai saat ini terdapat 47 UMKM di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang telah dibina oleh Kemenkeu Satu lingkup Provinsi Kalimantan Tengah. Acara ini diharapkan mampu membantu peningkatan pemasaran dan hasil penjualan produk UMKM, serta peningkatan klaster UMKM untuk naik kelas menjadi klaster UMKM mandiri dan klaster UMKM siap ekspor,” katanya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini pula diharapkan dapat menambah jumlah UMKM binaan Kemenkeu Satu Kalimantan Tengah, sehingga dapat membantu terpenuhinya target nasional UMKM yang dibina secara sinergis oleh Kementerian Keuangan pada 2023, yaitu sejumlah 1.000 UMKM di seluruh Indonesia. (ip/log)
















