Peluang Ekspor Patin Kalteng, IPB University Tinjau Sentra Budi Daya di Pulang Pisau

IPB University meninjau sentra budi daya perikanan. (Ist)
IPB University meninjau sentra budi daya perikanan. (Ist)

Pulang Pisau, helloborneo.com – IPB University meninjau sentra budi daya perikanan di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah untuk melihat peluang ekspor ikan patin.

Disebutkan, Kalimantan Tengah (Kalteng) memiki potensi kelautan dan perikanan yang bernilai ekonomis tinggi dan berdaya saing. Keseriusan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam menyikapi keberlanjutan usaha, investasi dan pemberdayaan usaha kelautan dan perikanan melalui kegiatan ekspor produk kelautan dan perikanan yaitu mendorong para pelaku usaha budi daya untuk menyediakan ikan yang berkualitas.

Dalam pengembangan sektor ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Prov. Kalteng telah menandatangani MoU dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) University.

Sebagai tindak lanjut kerja sama dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan, IPB University mengunjungi Pokdakan Tirtasari Mantaren Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau.

Kedatangan tim IPB University terdiri dari Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Fredinan Yulianda, Wakil Dekan FPIK Mala Nurilmala serta Akademisi dan Pakar Perikanan Budi Daya, Agus Oman Sudrajat disambut langsung oleh Kepala Dislutkan Prov. Kalteng Darliansjah.

Dalam kunjungan ini, tim IPB University merasa senang karena dapat menyaksikan secara langsung pembudidayaan ikan di Kalteng. Menurut Fredinan, adanya kelompok budi daya ikan patin di Kabupaten Pulang Pisau diharapkan mampu mendorong pengembangan kolam budi daya yang ada di sentra budi daya patin ini.

“Rekayasa budi daya ikan patin diperlukan dalam meningkatkan kualitas daging ikan patin agar komoditas ikan patin yang dihasilkan dapat bersaing dan diterima oleh pasar ekspor,” terang Fredinan.

Sementara itu, Kepala Dislutkan Prov. Kalteng Darliansjah menyampaikan bahwa komoditas ikan patin di Kalteng adalah komoditas unggulan dengan jumlah produksi pada tahun 2021 adalah 33.567,14 ton/tahun.

Ia menjelaskan, dengan kunjungan langsung ke lokasi pembudidayaan ikan patin oleh Tim IPB University ini dimaksudkan untuk mematangkan model budi daya perikanan terintegrasi Kalteng orientasi ekspor yang segera diimplementasikan di Kalteng.

“Sesuai harapan Gubernur Kalteng bahwa pelaku usaha dan investasi dan pemberdayaan usaha kelautan dan perikanan melalui kegiatan ekspor produk kelautan dan perikanan ke luar negeri berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan sehingga dapat berdampak pada meningkatnya pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang akan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dan pendapatan asli daerah Kalteng,” tutup Darliansjah.

Turut hadir Sekretaris Dislutkan Prov. Kalteng Nita Fera, Kepala Bidang Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Prov. Kalteng Sugeng Kaspani, dan Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kab. Pulpis Rambang. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.