Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya mendorong pemerintah daerah berinisiatif mewujudkan bendungan telake. Upaya tersebut mampu mengatasi permasalah banjir di Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU.
Bencana banjir yang terjadi kali ini, bukanlah yang pertama dialami oleh masyarakat di Desa Sumber sari, Kecamatan Babulu tersebut. Kejadian serupa terakhir terjadi pada Oktober 2021 lalu, dimana 77 warga terdampak banjir.
Masyarakat berharap melalui pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat untuk bisa membuat kebijakan preventif. Kebijakan preventif dianggap masyarakat mampu menangka banjir terulang.
Untuk mengatasi terjadinya banjir kembali di wilayah itu, Syahrudin M Noor, mengaku pihaknya kembali mengusulkan pembangunan Bendungan Regulator Sungai Telake. Dirinya berupaya agar tahun 2024 ini bisa terealisasi.
Disebuktan dirinya, rencana pembangunan bendung itu sempat tertunda, walaupun telah masuk tahapan lelang pengerjaan.
“Saya tidak menyebut bahwa itu dialihkan untuk IKN, tapi seharusnya proyek Bendung Regulator Sungai Telake diprioritaskan,” kata Syahrudin M Noor, (26/03/2023)
Menurutnya, keberadaan bendung tersebut telah didambakan masyarakat PPU sejak lama. Lantaran keberadaannya dipastikan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.
“Dengan adanya bendungan tersebut petani bisa panen tiga kali. Bendungan juga sebagai pengendali banjir,” pungkasnya. (adv/log)
















