Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada triwulan I tahun 2023 lalu terbilang cukup tinggi. Tercatat melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten PPU, nyaris mencapai 13 persen.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKAD Kabupaten PPU, Muhajir mengaku sepanjang kurun waktu 3 bulan terakhir ini, penggunaan anggaran banyak terserap di belanja rutin. Belanja rutin yang dimaksud mulai dari penyerapan anggaran untuk belanja pegawai, belanja operasional dan belanja rutin lainnya.
Selain belanja rutin tadi, Muhajir menambahkan porsi terbanyak penyerapan anggaran yakni, berada di penggunaan anggaran untuk alokasi Anggaran Dana Desa (ADD) tahap satu.
“Belanja pegawai kemudian belanja operasional, belanja barang jasa sama bantuan ADD. Bantuan ADD sudah cair kita. Penyumbang terbesar ADD triwulan satu sekitar Rp 33 miliar,” kata Muhajir.
Muhajir menyebutkan serapan anggaran pada triwulan I ini cukup tinggi. Tercatat pada triwulan I penyerapan anggaran dipersentasekan dari APBD 2023 Rp 1.9 Triliun adalah 12.9 persen.
“Serapannya sih 12.9 persen. Saya kira serapan itu sudah lumayan tinggi,” ujarnya.
Akui dirinya bahwa penyerapan anggaran terbesar biasanya terjadi mulai masa triwulan II. Paslanya, pada triwulan II beberapa belanja modal mulai berjalan, atau belanja konstruksi.
“Proses untuk kontruksi masih kebanyakan lelang. Di triwulan 2 baru progres,” tuturnya.
Dalam APDB tahun 2023 ini, menurutnya serapan anggaran tersebesar akan disalurkan untuk belanja modal dari beberapa proyek yang ada. Dari APDB tahun 2023 ini, diungkapkan Muhajir penyerapan anggaran memalui belanja modal sekitar Rp 541 miliar.
“Karena ini, kita porsi anggaran kita besar di infrastruktur Rp 541 miliar belanja modal,” pungkasnya. (adv/log)
















