Pedagang Pasar Nipah-Nipah Terpuruk Akibat Kerusakan Kondisi Pasar

Edy Suratman Yulianto

Kondisi Pasar Nipah-nipah. (Ist)
Kondisi Pasar Nipah-nipah. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah diminta untuk bisa menaruh perhatian terhadap Pasar Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kini penghasilan para pedagang pasar diklaim mengalami penurunan lantaran tidak ada keberpihakan pemerintah melihat kondisi pasar terkini.

Pedagang sayur bernama Umiati, mengaku kondisi pasar saat ini sangat buruk. Kondisi pasar terkini sudah mengalami kebocoran di sisi atap. Ketika hujan tiba pedagang tetap berusaha berjualan di tengah genangan air. Tak jarang ketika itu menggunakan sepatu bot.

“Kalau hujan ya kebocoroan, jualan tetap. Kalau hujan pakai sepatu bot disini,” tutur Umiati.

Dirinya berharap pemerintah bisa menaruh perhatian untuk melakukan perbaikan Pasar Nipah-Nipah. Pemerintah setidaknya bisa melakukan perbaikan sementara untuk mengatasi kebocoran atap. Dengan perbaikan tersebut dianggap sangat membantu pedagang.

“Kalau memang disetujui tidak jadi masalah malah mebantu pedagang,” ungkapnya.

Selain itu juga pedagang nasi di Pasar Nipah-Nipah Hasniah, mengaku saat ini hasil penjualannya mengalami penurunan. Hal itu akibat pemerintah tidak memperhatikan pasar yang menjadi pusat perekonomian di Kelurahan Nipah-Nipah.

“Sedikit pengunjung, penghasilan juga berkurang. Nasi yang ku masak itu kadang tidak habis,” imbuhnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU yang berdomisili di Kelurahan Nipah-Nipah Arif Albar turut meminta kerjasama pemerintah agar bisa membantu masyarakat yang berjualan di pasar tersebut.

Menurutnya pasar itu telah menjadi sarana bagi masyarakat untuk mencari penghasilan. Bukan hanya menjadi ladang untuk mencari penghasilan guna kebutuhan rumah tangga, adapula pedagang yang berhasil menyekolahkan anaknya dari berjualan.

Dengan pejabat baru yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Saidin, Arif Albar sangat berharap keberpihakan terhadap pasar yang mulai memperihatikan.

“Saya liat dari Disperindagkop UMKM belum ada di UP kembali, semoga dibawah kepemimpinan pak Saidin bisa diangkat kembali permasalahan itu,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses