Penemuan jenazah pekerja IKN. (Ist)

Pekerja IKN Ditemukan Tak Bernyawa Karena Gagal Jantung

Edy Suratman Yulianto

Penemuan jenazah pekerja IKN. (Ist)
Penemuan jenazah pekerja IKN. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pihak Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah fokus melakukan penanganan terhadap jenazah tim leader konsultan paket proyek pembangunan Sekretariat Negara Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sabtu 29 April 2023, ditemukan jenazah berusia sekitar 68 tahun di salah satu kontrakan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU.

Dikonfirmasi kepada Kepala Polres Kabupaten PPU AKBP Hendrik Eka Bahalwan bahwa jenazah yang ditemukan adalah tim leader proyek pembangunan di lokasi IKN, berinisial AD. Jenazah diketahui telah bekerja sejak maret 2023 lalu di Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU.

AKBP Hendrik Eka Bahalwan menerangkan jenazah ditemukan oleh rekan kerjanya. Awalnya rekan kerjanya ingin mengambil Alat Pelindung Diri (APD) untuk bekerja. Namun kontrakan yang dihuni oleh AD dalam keadaan terkunci dan rekan kerjanya berupaya masuk melalui jendela.

“Penemuannya tadi sekitar jam 10 pagi, itu pas teman kerjanya mau ambil APD ke kontrakan tersebut. Pintunya terkunci, habis itu dibuka lewat duplikat tidak bisa jadi dipaksa masuk lewat jendela. Masuk jendela samping sudah ditemukan dalam kondisi denyut nadinya tidak ada lagi. Kebetulan juga anggota Polsek Sepaku patrol ke jalur itu,” kata AKBP Hendrik Eka Bahalwan, Sabtu (29/04/2023).

Setelah ditemukan, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pratama Kecamatan Sepaku. Dari hasil analisa dokter yang bertugas disimpulkan AD meninggal karena gagal jantung. Kemudian pihak kepolisian berupaya mengkonfirmasi kepada keluarga jenazah dan menerima informasi bahwa AD memiliki riwayat penyakit hipertensi dan jantung.

“Terus dibawa ke RS Pratama Sepaku, di situ hasil analisis dari dokter yang memeriksa kena gagal jantung. Setelah dikonfirmasi ke keluarganya ternyata benar bahwa ada riwayat hipertensi dan jantung,” terangnya.

Selanjutnya, guna menjaga kondisi jenazah agar tetap utuh, jenazah ditangani di ruang instalasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo, Kota Balikpapan. Itu dilakukan lantaran diketahui jenazah berinisial AD berasal dari Kota Medan, Sumatera Utara.

“Setelah komunikasi ke keluarga korban, kita rawat kondisinya agar tidak rusak. Karena disana ada instalasi pemulasaran. Kalau lebih 24 jam kasihan, kita fokus juga menjaga korban dalam kondisi baik,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses