Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PPU, Sabtu (13/05/2023). PKB Kabupaten PPU disebut menjadi partai ke 6 yang melakukan pendaftaran ke KPU Kabupaten PPU.
PKB Kabupaten PPU mendaftarkan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) untuk perebutan 25 kursi di Lembaga Legislatif Kabupaten PPU. Jumlah tersebut adalah kuota maksimal untuk Bacaleg yang diajukan ke KPU Kabupaten PPU.
Selain jumlah maksimal, dalam Peraturan KPU terdapat kewajiban untuk memenuhi kursi 30 persen keterwakilan perempuan untuk diajukan menjadi Bacaleg.
Ketua PKB Kabupaten PPU, Irawan Heru Suryanto mengatakan keterwakilan perempuan yang berhasil direkrut pihaknya lebih dari 30 persen. Keterwakilan perempuan untuk daerah pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Penajam sebanyak 5 orang, kemudian untuk Dapil 2 Kecamatan Waru – Babulu terisi 3 orang perempuan serta Dapil Kecamatan Sepaku terdapat 2 orang keterwakilan perempuan.
“Keterwakilan perempuan sesuai PKPU 2 orang dari dapil 2, 3 orang dari dapil 3 dan 5 orang dari dapil 1, total 10 dari 25 kursi,” kata Ketua PKB Kabupaten PPU yang akrab disapa Irawan.
PKB Kabupaten PPU yang hari ini diisi oleh 2 Anggota DPRD di tingkat Kabupaten PPU, diakui oleh Irawan sudah banyak memiliki perubahan dan perbaikan dari pemilu periode sebelumnya. Komposisi Bacalegnya kini turut menerima mantan pengurus dari partai lain hingga pula diminati organisasi wanita keagamaan.
“PKB hari ini banyak perubahan dan perbaikan dari pemilu sebelumnya. Kalau kita lihat dari komposisi bacalegnya diisi tokoh-tokoh yang cukup punya popularitas dan elektabilitas, contohnya mantan pengurus partai Hanura dan Nasdem. Selain itu juga ada Ketua muslimat NU,” ujarnya.
Partai besutan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ini, mengklaim bahwa selain keterwakilan perempuan yang cukup proporsional, keterwakilan kaum milenial nyaris mengisi Bacaleg lebih dari 50 persen.
“Alhamdulillah selain keterwakilan perempuan juga, lebih dari 50 persen diisi oleh milenial yang rata-rata umurnya dibawah 35 tahun,” pungkasnya. (log)
















