DP3AP2KB Kabupaten PPU Gelar Penyuluhan Keamanan Pangan

Edy Suratman Yulianto

Kegiatan advokasi dan pendampingan kebijakan peningkatan partisipasi perempuan di bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi. (ESY)
Kegiatan advokasi dan pendampingan kebijakan peningkatan partisipasi perempuan di bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), melalui Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (KGPP) menggelar kegiatan advokasi dan pendampingan kebijakan peningkatan partisipasi perempuan di bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi.

Analisi Kebijakan Ahli Muda, Bidang KGPP, DP3AP2KB Kabupaten PPU, Karseno mengatakan kegiatan ini diikuti oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten PPU yang memiliki usaha rumahan dalam hal pengelolaan pangan.

“Ada puluhan dari ibu-ibu rumah tangga yang produksi pangan, atau industri pangan rumahan,” kata Karseno, Senin (22/05/2023)

Pada kegiatan ini, selain memaparkan mengenai keamanan pangan juga disertai dengan pre test dan post test bagi para peserta. Hal ini diketahui untuk mengetahui pemahaman peserta tentang keamanan pangan dan penyerapan daripada penyuluhan ini.

Dari kegiatan ini diharapkan para peserta bisa meningkatkan pendapatan dari skala rumah tangga. Dimana diketahui DP3AP2KB Kabupaten PPU membawahi Desa Prima.

“Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan ibu desa prima. Kami membawahi desa prima,” ujarnya.

Selain itu juga penyuluhan ini sebagai upaya pihaknya untuk membantu para peserta agar mudah memahami keamanan pangan dan bisa mendapatkan sertifikat keamanan pangan.

“Supaya mendapatkan sertifikat keamanan pangan,” tutur Karseno.

Kegiatan yang baru pertama kali dilakukan oleh DP3AP2KB Kabupaten PPU ini setidaknya berhasil diikuti oleh 31 perempuan yang berasal dari beberapa desa dan kelurahan.

“Desa Suka Raja, Kelurahan Maridan, Desa Gunung Mulia, Desa Babulu Darat sama Kelurahan Petung selain itu juga Desa Girimukti dan Desa Giripurwa,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses