Kabupaten PPU Berupaya Tumbuhkembangkan Budaya Baca Masyarakat

Bagus Purwa

Perpustakaan sebagai ujung tombak literasi. (NR)
Perpustakaan sebagai ujung tombak literasi. (NR)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara, berupaya menumbuhkembanfkan budaya gemar membaca masyarakat di daerah itu dengan berbagai program literasi.

“Kami terus berupaya tingkatkan pelayanan dan berikan fasilitas untuk bidang literasi,” ujar Kepala Dispusip Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani di Penajam.

Dispusip Kabupaten Penajam Paser Utara giat menyosialisasikan keberadaan gedung layanan perpustakaan yang mampu menampung ribuan koleksi buku di Jalan Provinsi Kilometer 9, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.

Buku-buku yang ada di Perpustakaan Kabupaten Penajam Paser Utara dipastikan mempunyai nilai dan berkualitas, karena pengarang buku rata-rata menyandang gelar profesor.

Keberadaan gedung perpustakaan dan fasilitas sarana prasarana yang memadai, jelas dia, penting bagi peningkatan budaya literasi atau minat baca masyarakat.

Dispusip Kabupaten Penajam Paser Utara mengatur jadwal perpustakaan keliling minimal satu kali sepekan mendatangi masyarakat desa dan kelurahan di empat kecamatan.

Layanan perpustakaan keliling, menurut dia, untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk dan kalangan pelajar agar gemar membaca.

Dispusip Kabupaten Penajam Paser Utara membuka perpustakaan digital yang diberi nama Pojok Baca Digital atau Pocadi bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat.

Pocadi ditempatkan di Taman Rozeline agar pengunjung taman dapat memanfaatkan perpustakaan digital untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Dispusip Kabupaten Penajam Paser Utara juga bakal menambah perpustakaan digital di sejumlah wilayah, serta membangun taman, kafe dan pojok literasi agar warga bisa mendapatkan buku berkualitas dengan mudah untuk menumbuhkan minat baca di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Kami harapkan minat baca masyarakat makin terpicu dan termotivasi dengan adanya sarana prasarana literasi yang disediakan Dispusip,” kata Marjani. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses