Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi dinahkodai oleh Hidayah. Ditandai dengan dilantiknya Hidayah secara langsung oleh Bupati Kabupaten PPU, Hamdam Pongrewa, Senin (03/07/2023).
Sebagai langkah pertama yang bakal dilakukan Hidayah, yakni berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten PPU. Hal itu patut dilakukan pihaknya lantaran DP3AP2KB sebagai induk dari UPTD PPA Kabupaten PPU.
“Yang pertama kita akan selalu berkoordinasi dengan DP3AP2KB sebagai induk,” kata Hidayah, Senin (03/07/2023).
Sedangkan terkait penanganan, Hidayah mengaku bakal semakin intens melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan dan desa, hingga aparat kepolisian serta kejaksaan sebagai mitranya.
“Kalau penanganan kasus kita akan berkoordinasi dengan kelurahan dan desa supaya selalu sinergi kemudian dan aparat kepolisian dan kejaksaan,” ujarnya.
Dalam upaya pencegahan pihaknya akan gencar melangsungkan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat di Kabupaten PPU.
Selain itu juga pendampingan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak tidak hanya sampai kasus, melainkan pula hingga pendampingan pemulihan psikologi terhadap korban tersebut.
“Pencegahan nanti dilakukan melalui sosialisasi. Penanganan kasus secara kontinu tidak sebatas permasalahan saja tetapi ada jangka pendek, menengah dan panjang, serta hasil psikologinya,” pungkasnya. (adv/log)
















