Sex (Tidak Sama Dengan) Gender

Sex (Tidak Sama dengan) Gender. (Tin)
Sex (Tidak Sama dengan) Gender. (Tin)

Penajam, helloborneo.com – Gender adalah persepsi masyarakat atau yang mengacu pada peran, perilaku, ekspresi, dan identitas seseorang, baik laki-laki maupun perempuan. Istilah ini juga erat hubungannya dengan orientasi seksual, misalnya homoseksual, heteroseksual, dan biseksual. Gender biasanya diasosiasikan dengan istilah maskulin dan feminin. Maskulin dihubungkan dengan sifat kelaki-lakian, seperti gagah, kuat, dan memimpin.

Sementara feminin dihubungkan dengan sifat perempuan, seperti mengayomi, lemah lembut, dan perasa. Bagaimana satu kelompok masyarakat menentukan peran atau sifat suatu jenis kelamin bisa berbeda dengan yang lain dan juga bisa berubah seiring berjalannya waktu. Misalnya, dahulu sifat maskulin dianggap tidak ada pada wanita dan sifat feminin tidak ada pada pria. Nyatanya, sekarang sudah dipahami banyak orang bahwa laki-laki juga bisa mengayomi dan wanita juga bisa memimpin.

Istilah lain yang berkaitan dengan gender adalah identitas gender. Identitas gender merupakan bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri. Pada kasus transgender, bisa saja seorang laki-laki memandang dan menganggap dirinya adalah seorang perempuan, atau sebaliknya. Tidak hanya itu, ada juga yang dinamakan ekspresi gender. Ini merupakan bagaimana seseorang mengekspresikan dirinya, baik dalam hal perilaku, pakaian, suara, atau potongan rambut, sesuai dengan jenis kelaminnya atau tidak.

Dari penjelasan di atas, bisa kita lihat letak perbedaan gender dan seks, tetapi bisa juga kita lihat keterikatan antar keduanya. Keduanya memiliki hubungan dengan jenis kelamin. Akan tetapi, seks bersifat mutlak, sementara gender cenderung tidak. Seks adalah perbedaan biologis seorang laki-laki dan perempuan yang sudah dibawa sejak lahir. Sedangkan, gender adalah karakteristik laki-laki dan perempuan yang dibentuk dan dibangun dalam lingkungan sekitar atau masyarakat. Sifat dari istilah seks tidak bisa diubah, sementara gender bisa, karena definisi gender tidak semata-mata mengenai genetik seseorang.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, laki-laki bisa saja memiliki sifat feminin yang dominan, dan sebaliknya. Namun, seorang laki-laki tidak bisa memiliki vagina dan perempuan tidak bisa memiliki penis. Pengertian dan perbedaan gender dengan seks mungkin memang lebih rumit daripada yang kita pahami selama ini. Namun, hal terpenting yang bisa kita lakukan adalah menghormati setiap seks dan identitas gender seseorang. 

Hal ini juga sudah bisa disampaikan kepada anak-anak dan remaja melalui pendidikan seksual. Jika Anda mengenal seseorang yang mengalami kesulitan untuk mengekspresikan atau menerima identitas gendernya, jangan ragu untuk menyarankannya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu, ia bisa mendapatkan saran atau bahkan terapi jika memang diperlukan. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses