Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur turut membuat resah dunia pendidikan. Pasalnya, keresahan tersebut berkaitan dengan rencana luar biasa bidang pendidikan di IKN.
Untuk mengantisipasi, menurut Anggota DPR RI, Hetifah Sjaifudian pengembangan dunia pendidikan tidak hanya program yang menyasar kepada anak-anak. Perlu adanya upaya program pengembangan terhadap tenaga pendidik.
“Berarti yang harus kita timbulkan itu bukan hanya percaya diri di kalangan anak muda ya, tetapi guru-gurunya juga harus kita dorong supaya banyak keyakinannya banyak peluangnya daripada masalahnya tapi itu tergantung apa yang bisa kita lakukan juga,” kata dia.
Dirinya meminta untuk berjibaku bersama dengan pemerintah provinsi guna menuntaskan hal tersebut. Sehingga upaya peningkatan dunia pendidikan di Indonesia tak hanya berfokus pada pengembangan IKN, melainkan juga didukung oleh pengembang melalui pemerintah provinsi hingga daerah.
“Oleh sebab itu sebagai contoh provinsi Kaltim harus meyakini yang terbangun itu bukan cuma kawasan inti tapi juga Kalimantan Timur semuanya harus mensupport,” ucapnya.
Menurut politikus Partai Golkar ini, hal yang bisa dilakukan lebih awal yakni memberikan pendampingan hingga pembinaan terhadap tenaga pendidik. Tenaga pendidik harus memiliki percaya diri terhadap kemampuan diri.
“Terutama dari sisi SDM karena tidak mungkin kita menutup diri, tidak mungkin kita membangun,” tuturnya.
Sebagai contoh, Hetifah Sjaifudian menyampaikan perlu adanya keberpihakan terhadap sumber daya lokal seperti, memprioritaskan beasiswa dengan kuota masyarakat sekitar IKN. Kemudian tenaga pendidik juga mendapatkan perhatian untuk peningkatan kapasitas seperti pelatihan ataupun sertifikasi.
“Mungkin perlu afirmasi misalnya beasiswa untuk anak anak IKN prioritas dulu, jangan dipersaingkan dengan yang lain. Guru gurunya disekolahin lagi, disertifikatkan kalau misalnya guru bahasa inggris dilatih lagi, penting kita lakukan sesuatu daripada resah cuma overthinking mendingan actionnya,” tuturnya.
Wiwik Setiawati, Kepala Balai Guru Penggerak Kalimantan Timur sepakat dengan pendapat Hetifah Syaifudian, bahwa sumber daya manusia menjadi modal untuk memperbaiki kemampuan tenaga pendidik menghadapi IKN.
Dengan kemampuan tenaga pendidik yang baik dianggap mampu menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mampu berdaya saing.
“Kita tidak perbaiki nanti kita tidak bisa menciptakan generasi yang bisa bersaing. Keresahan yang ada bagian dari refleksi guru, terus hasil dari refleksi,” pungkasnya. (log)
















