Bimtek Desa Wisata Wonosari, Hetifah: Harus Banyak Berdampak.

Edy Suratman Yulianto

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dalam sambutan. (Ist)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dalam sambutan. (Ist)

Penajam – Helloborneo.com – Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Hetifah Sjaifudian, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pengembangan pengelola Desa Wisata di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Dalam acara tersebut, Hetifah Sjaifudian menekankan pentingnya menjadikan Bimtek sebagai upaya berkelanjutan pengembangan kapasitas baik secara individu maupun kelembagaan.

“Bimteknya ini bukan hanya satu kali. Saya ingin pendampingan harus sampai jadi. Minimal, mereka harus menjadi ketua asosiasi desa wisata. Ibaratnya, kita memiliki ribuan contoh desa wisata. Kita harus mengikuti yang terbaik dan meninggalkan yang kurang baik,” kata Hetifah Syaifudian.

Hetifah juga menekankan betapa pentingnya kehadiran secara langsung dalam pengembangan Desa Wisata Wonosari. Hal ini bertujuan agar saran yang disampaikan oleh para pemateri dapat diserap secara intens.

“Kita minta stay lebih lama. Jadi, kita melihat situasi di sini secara langsung, memberikan saran-saran langsung. Ini bukan hanya seminar, tapi kita harus menjadi sahabat yang benar-benar mengembangkan bersama, menggerakkan fungsi dan peran masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, Bimtek seharusnya berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini juga tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga sebuah langkah nyata untuk membantu desa-desa menjadi sadar akan potensi wisata yang mereka miliki.

“Bimtek merupakan media untuk bersinergi, membuat rencana bersama, dan action plan,” ungkapnya.

Hal ini lantaran agar dapat menjadi contoh bagi destinasi lain di sekitar IKN, yang merupakan potensi besar untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bimtek ini juga memandu upaya penguatan desa wisata sebagai potensi ekonomi lokal.

Hetifah Sjaifudian juga mengekspresikan keprihatinannya terhadap pengangguran di Kabupaten PPU. Dia berharap sektor Desa Wisata Wonosari dapat menghasilkan peluang kerja, seperti ibu-ibu yang bisa memasak dan pemuda yang dapat menjadi pemandu, memberikan peluang ekonomi bagi warga.

“Terus terang saya sangat sedih kalau IKN ada, tapi banyak warga PPU yang menganggur. Jangan sampai itu terjadi,” pungkasnya.

Bimtek ini diharapkan menjadi kegiatan berkelanjutan, memastikan bahwa hadirnya IKN tidak membuat warga Kabupaten PPU Wonosari menjadi penonton dan berujung tidak sejahtera.

Hetifah Sjaifudian sangat menginginkan agar pembangunan di Kabupaten PPU berdampak positif bagi masyarakat. Ia tidak menginginkan hadirnya IKN menjadikan warga tidak sejahtera, sebab hal ini mengundang keprihatinan dirinya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses