Lemahnya Promosi Objek Wisata di Kabupaten PPU

Edy Suratman Yulianto

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor. (Ist)
Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Alih-alih berupaya mempromosikan objek wisata di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor menanggap sebaliknya.

Bukan menjual objek wisata yang ada di PPU, Dinas terkait lebih banyak melakukan promosi melalui reklame tepi jalan dengan ucapan momentum hari besar. Tak hanya wajah kepala dinas terkait. Upaya untuk mendapatkan tepuk tangan dari Kepala Daerah sampai rela menampakkan wajah Bupati Kabupaten PPU.

“Coba lihat di pinggir jalan itu, banyak spanduk ucapan selamat dan hari besar lainnya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” keluh Syahrudin M Noor.

Usia Kabupaten PPU 21 tahun, menurutnya tidak ada objek wisata yang representatif dikelola oleh dinas terkait. Objek wisata kebanyakan masih dikelola secara mandiri ataupun swadaya kelompok masyarakat.

Disaat Week End, tak bisa membendung masyarakat lebih memilih untuk berlibur ke seberang atau ke kota lainnya. Bukan hanya berniat silahturahmi tetapi untuk menikmati wisata di kota orang.

“Kita ini sudah 21 tahun, masa belum ada juga objek wisata yang bagus dikelola sama dinas ini. Jangan ngeluh nanti hari libur banyak yang keluar daerah,” ucapnya.

Masyarakat yang berlibur di objek wisata bisa menikmati waktunya secara nyaman. Tentu dengan kenyamanan ini harus berbanding lurus dengan sarana dan prasarana objek wisata yang memadai.

Dalam mengelola objek wisata pemerintah dituntut serius. Bukan hanya berdampak pada hiburan masyarakat, pemerintah bisa menilik potensi pendapatan untuk merawat objek wisata. Dampak hiburan bagi masyarakat dan pendapatan harus bisa dibangun secara simultan.

Dari objek wisata bisa menimbulkan pendapatan bagi daerah. Pendapatan itu harus bisa digunakan sebaik mungkin mengelola objek wisata.

“Kalau masyarakat bisa berlibur enak, nyaman, asyik tentunya dia akan kembali lagi. Tapi kita juga harus sadar kalau ada sarana dan prasarana yang harus dirawat bersama maka itu pendapatan bagi daerah dari situ,” tuturnya.

Potensi objek wisata di Kabupaten PPU, menurut politisi dari Partai Berlambang Mercy ini tidak hanya objek wisata pantai atau alam, adapula yang buatan religi bernuansa keagamaan sampai yang berbau sejarah jaman penjajahan. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses