DPRD PPU Apresiasi Langkah Pengendalian Inflasi Pemkab PPU

Anggota DPRD Kabupaten PPU, Abdul Rahman Wahid. (Ist)
Anggota DPRD Kabupaten PPU, Abdul Rahman Wahid. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Rahman Wahid mengapresiasi langkah untuk percepatan pengendalian inflasi di daerah berjuluk Benuo Taka itu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU.

Pengendalian Inflasi menjadi salah satu perhatian priotitas secara nasional, kata Abdul Rahman Wahid, dan merupakan arahan penting pemerintah pusat kepada seluruh daerah.

Seperti diketahui langkah yang disusun pemerintah kabupaten untuk percepatan pengendalian inflasi tersebut lanjut dia, melibatkan Induk Koperasi Perdagangan Pasar (Inkoppas) dalam memenuhi kebutuhan ketersediaan komoditas barang kebutuhan pokok.

Kerja sama dengan Inkoppas dilakukan karena penyaluran sejumlah barang dan komoditas pangan berada di bawah kendali lembaga itu, sehingga dapat memenuhi pasokan komoditas bahan kebutuhan pokok di pasaran agar dapat menekan inflasi.

“Inkoppas bisa membantu memenuhi ketersediaan barang dan komoditas dibutuhkan, selain melibatkan Badan Urusan Logistik (Bulog),” ujarnya.

“Persoalan persediaan dan harga bahan kebutuhan pokok bisa berdampak luas terhadap sektor lainnya, jadi harus jadi perhatian agar inflasi terus terkendali,” tambahnya.

Selanjutnya, menyiapkan gudang yang menjadi tempat penampungan pasokan komoditas kebutuhan bahan pokok yang dikirim.dari luar daerah, sehingga ketika dibutuhkan bisa langsung didistribusikan kepada pedangan maupun masyarakat.

Keberadaan gudang penampung barang pasokan kebutuhan bahan pokok agar persediaan barang selalu tersedia,.yang diharapkan dapat mencegah lonjakan harga barang dan harga di pasaran tetap stabil.

Kemudian pemerintah kabupaten juga akan membuka akses jalur pengiriman barang dan komoditas pangan langsung turun di Kabupaten PPU, kata dia, dengan membuka tol.laut.

Akses jalur tol laut itu agar pasokan barang dan bahan kebutuhan pokok yang berasal dari Surabaya dan Sulawesi langsung diturunkan di Pelabuhan Kabupaten PPU, tidak lagi turun di Pelabuhan Kota Balikpapan.

“Pendistribusian itu memicu harga barang menjadi lebih mahal ada biaya kirim dan keterlambatan datang pasokan, tol laut bisa menjadi solusi penanganan inflasi,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses