Lurah Petung Ajak LPM Tingkatkan Pemahaman Toleransi di Kalangan Anak

Edy Suratman Yulianto

Momen sinergi antara Pemerintah Kelurahan Petung, Kecamatan PPU, Achmad Fitriady bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LMP) Petung. (Ist)
Momen sinergi antara Pemerintah Kelurahan Petung, Kecamatan PPU, Achmad Fitriady bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LMP) Petung. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Achmad Fitriady, Lurah Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menyampaikan ajakan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat agar aktif memberikan pemahaman tentang toleransi kepada anak-anak di lingkungan kelurahan. Hal ini dilakukan dalam upaya memupuk sikap saling menghargai perbedaan sejak dini.

“Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam, baik dari segi suku, agama, maupun budaya. Untuk itu, sudah sepatutnya kita membekali generasi muda dengan pemahaman toleransi sejak dini,” kata Achmad Fitriady

Menurut Lurah Kelurahan Petung, LPM memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai-nilai toleransi kepada anak-anak. Melalui kegiatan sosialisasi dan diskusi, LPM dapat menciptakan ruang untuk mengajarkan anak-anak mengenai pentingnya menghormati perbedaan dan bekerja sama dengan sesama.

“Anak-anak adalah generasi penerus kita. Mereka perlu dibekali dengan pengetahuan dan sikap yang positif terkait dengan keberagaman masyarakat. Toleransi bukan hanya soal toleransi antaragama, tetapi juga toleransi terhadap perbedaan lainnya seperti budaya dan suku,” imbuhnya.

LPM Kelurahan Petung diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak sekolah, orang tua, dan komunitas setempat untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang mendukung pembentukan karakter toleransi.

Pemerintah Kelurahan Petung berkomitmen untuk mendukung segala upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan karakter di kelurahan tersebut.

“Kita ingin menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan positif anak-anak. Melalui pemahaman toleransi, kita bisa membentuk generasi yang siap menghadapi perbedaan dengan bijak,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses