Demi Bantu Penurunan Kasus Stunting, TP PKK PPU Lakukan Kaji Tiru

Tim Penggerak PKK Kabupaten PPU. (Ist)
Tim Penggerak PKK Kabupaten PPU. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Linda Romauli Siregar bersama perwakilan PKK Kabupaten PPU dan perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, menggelar kaji tiru terkait upaya menurunkan kasus stunting di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Rombongan disambut oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sumedang, Yanti Krisyana Dewi dan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumedang Budi Rahman.

Kabupaten Sumedang dinobatkan sebagai Juara 1 tingkat nasional dalam penurunan stunting dalam studi tiru ini, yang bertujuan untuk mendorong adopsi program penurunan stunting.

Asisten III Setda Sumedang Budi Rahman menjelaskan bahwa salah satu proyek Sumedang Digital Region adalah e-SIMPATI, atau Sistem Pencegahan Stunting Terintegrasi, yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Telkomsel.

“SIMPATI ini diharapkan dapat menjadi salah satu katalisator dalam pencegahan stunting di Kabupaten Sumedang di sisi pengumpulan dan pelaporan data balita yang berkaitan dengan hal tersebut,” kata Budi Rahman.

Sementara Linda Romauli dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pj Bupati Sumedang yang bersedia menerima. Selain itu juga atas informasi atau beberapa ilmu yang telah disalurkan kepada TP PKK Kabupaten PPU dan Dinas Kesehatan Kabupaten PPU terkait penanganan kasus stunting.

Selain memberikan apresiasi, Linda Romauli Siregar sengaja ke kabupaten Sumedang, karena telah berhasil menurunkan angka stunting dari 32.3 % tahun 2018 dan tahun 2023 sudah mampu mencapai 7.96 %.

“Di mana Kabupaten Sumedang telah berhasil menurunkan stunting dari angka 32,3 persen di tahun 2018 menjadi 7,96 persen di tahun 2023,” kata Ibu TP PKK Kabupaten PPU.

Berbagai upaya telah dilakukan seperti sosialisasi, edukasi, pendampingan pada remaja untuk mengkonsumsi tablet tambah darah serta memberdayakan Tim Pendamping Keluarga yang yang salah satu tugas dan fungsinya pendataan dan pembinaan melalui E-lokmil ( elektronik siap nikah dan siap hamil ) dari usia remaja, ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu menyusui.

“Melalui kegiatan studi tiru ini, kami berharap akan ada oleh-oleh yang dapat kami bawa pulang berupa terobosan terobosan baru, inovasi, kiat-kiat penanganan stunting di Kabupaten Sumedang yang nantinya dapat kami aplikasikan di daerah kami,” tutupnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.