Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Peran anggota Perlindungan Masyarakat (linmas) bukan hanya saat ronda malam. Lebih jauh dari itu, linmas merupakan ujung tombak menjaga situasi kondusif sebuah wilayah.
Apalagi saat ini kita ketahuai bersama bahwa akan terjadi pemilihan umum, dan linmas turut mendapatkan tugas sebagai bagian keamanan, di Tempat Pemungutan Suara atau TPS.
Menurut Kepala Seksi Tata Pemerintahan (Tapem) Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nurlinah mengaku bahwa linmas memiliki peran yang krusial dalam menjaga keamanan, terlebih lagi di tahun politik.
“Linmas memiliki peran strategis untuk trantibum karena ini merupakan layanan dasar bagi masyarakat. Ini salah satu kewenangan konkuren kita. Peran linmas untuk turut serta membantu apalagi di tahun politik seperti ini,” kata Nurlinah.
Nurlinah berharap pemilu yang akan diadakan pada 14 Februari 2024 akan berjalan dengan baik dan aman. Akibatnya, satlinmas harus meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan mereka untuk mengidentifikasi ancaman bagi trantibum.
“Di Petung ini ada 26 TPS yang tersebar di 22 RT, tidak ada waktu kita untuk berleha-leha. Tingkatkan kewaspadaan, mampu mendeteksi sejak dini terhadap potensi yang bisa menimbulkan ancaman, gangguan sehingga tratibmas bisa terjaga di wilayah kerja masing-masing,” pungkasnya. (adv/log)

















