Desa di Kabupaten PPU Diminta Bangun Sumur Bor Atasi Pengairan Persawahan

Bagus Purwa

Pj. Bupati PPU Hadiri Panen Raya Bersama Petani Sido Makmur. (Ist)
Pj. Bupati PPU Hadiri Panen Raya Bersama Petani Sido Makmur. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah desa di Kabupaten Penajam Paser Utara, diminta memprogramkan pembangunan sumur bor dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) sebagai upaya mengatasi krisis air untuk pengairan lahan persawahan, terutama pada saat musim kemarau.

Sumur bor merupakan salah satu solusi mengatasi krisis air pengaturan lahan persawahan, kata Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun di Penajam, sambil menunggu pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake.

Pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake di perbatasan Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser sangat penting bagi petani untuk sumber air irigasi lahan persawahan di dua kabupaten itu.

Ribuan hektare lahan persawahan di Kabupaten Penajam Paser Utara belum.memiliki sumber air untuk irigasi, jelas dia, sehingga pemerintah desa diminta agar bekerja sama menyangkut pengairan lahan persawahan.

“Desa bisa berkolaborasi mengatasi krisis air untuk irigasi lahan persawahan, terutama saat kemarau melalui program pembangunan sumur bor,” tambahnya.

Pemerintah desa memiliki Dana Desa bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yang dapat digunakan untuk program pembangunan sumur bor.

Keberadaan sumur bor itu dinilai dapat mengatasi kekurangan air bersih dan pengairan lahan persawahan pada saat musim kemarau.

“Salah satu solusi mengatasi kekurangan air, terutama ketika kemarau dengan membangun sumur bor,” kata Makmur Marbun.

Lahan persawahan di Kabupaten Penajam Paser Utara selama ini mengandalkan pengairan sistem tadah hujan, sehingga ketika musim kemarau petani tidak dapat menanam padi karena kekurangan sumber air untuk irigasi.

Kondisi itu berpengaruh besar terhadap hasil produksi padi dan kesejahteraan petani di daerah berjuluk Benuo Taka itu.

Kepala desa agar memprogramkan pembangunan sumur bor di desa masing-masing yang dibutuhkan sebagai alternatif sumber air ketika terjadi kekeringan. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses