Lokakarya Penyusunan Panduan Pemantauan Mangrove Digelar Burung Indonesia

Hutan Mangrove Kampung Baru.

Pohuwato, helloborneo.com –  Empat orang menjadi pembicara pada lokakarya penyusunan panduan pemantauan mangrove yang dilaksanakan Burung Indonesia, Selasa (19/12/2023).

Keempatnya adalah Hoeruddin Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Gorontalo, Ferry Hasudungan ahli ekologi lahan basah dan spesialis burung air, Yaya Ulumuddin peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Achmad Ridha dari Burung Indonesia.

Koordinator Program Burung Indonesia Gorontalo Patmasanti menjelaskan Burung Indonesia sesuai mandatnya bertujuan melestarikan ekosistem penting bagi burung dank eanekaragaman hayati, mendukung upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mengelola ekosistemm angrove secara berkelanjutan. 

“Salah satunya dengan mendukung penyusunan rencana pengelolaan ekosistem mangrove bersama Kelompok Kerja Mangrove Daerah sebagai tindak lanjut Perda nomor 7 tahun 2016 tentang pengelolaan ekosistem mangrove. 

Menurut Patmasanti, perencanaan tersebut hanya dapat berjalan baik apabila masyarakat setempat turut berperan aktif dalam aksi-aksi pelestarian. Salah satu peran yang diharapkan adalah masyarakat dapat memantau ekosistem mangrove mencakup kondisi mangrove, keanekaragaman hayati di dalamnya, serta menjaga dari gangguan-gangguan yang mengancam kelestarian ekosistem mangrove.

“Sebagai bagian dari upaya mendukung proses tersebut, Burung Indonesia saat ini sedang mengembangkan panduan pemantauan ekosistem mangrove berbasis masyarakat yang harapannyas elaras dengan Rencana Pengelolaan Ekosistem Mangrove yang sedang disusun,” ujar Patmasanti.

Untuk mendapatkan masukan para pihak dalam rangka memperkaya dan menyempurnakan panduan pemantauan tersebut, Burung Indonesia menyelenggarakan lokakarya penyusunan panduan monitoring mangrove yang melibatkan para pihak terkait. 

Dalam lokakarya ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Pemerintah Provinsi Gorontalo, pemerintah desa yang menjadi lokasi kegiatan, Babhinsa, KPH, dan Babinsa. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses