4 OPD Realisasi Belanja Rendah, Makmur Marbun Minta Persiapan Program Lebih Matang

Edy Suratman Yulianto

Pj Bupati PPU, Makmur Marbun. (Ist)
Pj Bupati PPU, Makmur Marbun. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupatan Penajam Paser Utara (PPU) belum mampu mencapai target realisasi belanja daerah sesuai yang ditargetkan oleh pemerintah pusat atau target nasional.

Hal itu diakui oleh, Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten PPU, Makmur Marbun. Realisasi belanja tersebut dianggap jauh dari realisasi target nasional. Target nasional realisasi belanja sekitar 93 persen, sedang Kabupaten PPU hanya mampu 90.18 persen.

“Di Bawah target dari nasional, nasional itu 93 sekian persen, Mendagri itu 99, direktorat saya 99.6. Disini 90.18 persen jauh dibawah rata-rata,” kata Makmur Marbun.

Menurutnya, perkara realisasi belanja daerah yang tak optimal itu, lantaran proses persiapan lelang beberapa proyek telat dilakukan. Dengan persiapan proses yang matang seharusnya mampu mengejar target yang ada.

“Lelangnya lama, mungkin saja merencanakan tidak sesuai perencanaannya. Kalau perencanaan yang bagus, sudah jadi. Makanya perencanaannya harus sudah bagus,” ujarnya.

Makmur Marbun membeberkan ada 4 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam menjalankan program. Hal itu harus dilakukan, lantaran penyerapan anggaran yang ada terbilang rendah.

4 OPD itu yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten PPU.

“Kita mengevaluasi dia. Ada itu yang rendah itu, DPMD, BPBD, BKPSDM, artinya ini menopang, baru DPUPR. Ada 4 OPD dari hasil realisasi 2023 memang dibawah standar kita,” ucapnya.

Tahun 2024 ini, Makmur Marbun menginginkan adanya perbaikan kinerja dalam menjalankan program yang telah disusun 2023 lalu. Ia tak ingin penyerapan anggaran yang rendah masih terjadi di Kabupaten PPU, sehingga harus dipersiapkan secara matang.

“Tapi saya bilang kita tidak bisa berhenti disitu, harusnya sudah disiapkan dari dulu. Kalau masih belum clear kenapa harus. Kecermatan untuk menentukan program itu kurang,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses