
Jakarta, helloborneo.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Masjid Negara di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur merupakan representasi kemajemukan Indonesia.
“Masjid Negara ini akan merepresentasikan kemajemukan Indonesia dan sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt, tempat yang nyaman bagi umat muslim untuk melakukan berbagai aktivitas keagamaan, aktivitas sosial lainnya, dan menjadi simbol untuk memperkuat toleransi dan moderasi beragama di Ibu Kota Nusantara kita,” ujar Presiden Jokowi.
Kepala Negara menyampaikan, Masjid Negara yang dibangun dengan nilai konstruksi mencapai Rp940 miliar itu ditargetkan selesai pada akhir 2024. Sarana ibadah tersebut akan dilengkapi dengan infrastruktur kawasan, seperti jalan dan jembatan. Kapasitas dari masjid itu mencapai 61 ribu jemaah.
“Di sekeliling masjid itu, tadi digambarkan di layar, akan dikelilingi oleh air, karena akan dibuat embung buatan. Sehingga, saya membayangkan masjid ini adalah masjid yang akan sangat indah dari luar dan juga akan sangat indah interiornya dari dalam,” ujarnya.
Presiden pun berharap Masjid Negara dapat menjadi contoh bagi Pembangunan masjid negara di dunia.
“Saya ingin masjid yang akan dibangun ini bisa menjadi contoh dari masjid-masjid negara di dunia dan menampilkan kekhasan Indonesia, menampilkan kekhasan Ibu Kota Nusantara,” tandasnya.
Selain Masjid Negara, kata Presiden, di kawasan IKN juga akan dibangun sejumlah tempat ibadah lainnya, seperti gereja katedral, wihara, pura, dan kelenteng.
“Itu akan menunjukkan betapa kita ini sangat beragam, tetapi kerukunan tetap terus kita jaga untuk membangun persatuan di negara kita,” imbuh Presiden. (ip/log)
















