Disdikkpora PPU Siapkan Rp3 Miliar Bangun SD Negeri 022 Usai Kebakaran

Bagus Purwa

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru. (Ist)
Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara, menyiapkan dana lebih kurang Rp3 miliar untuk membangun SD Negeri 022 yang berlokasi di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam usai mengalami kebakaran.

“Kami prioritaskan bangun kembali SD Negeri 022 setelah terbakar pada Rabu (31/1),” jelas Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Singkerru di Penajam.

Dinas Dikpora Kabupaten Penajam Paser Utara masukan sebagai skala prioritas pembangunan SD Negeri 022 itu setelah mengalami kebakaran.

Anggaran pembangunan SD Negari 022, jelas dia, melalui pergeseran anggaran kegiatan internal dari Dinas Dikpora Kabupaten Penajam Paser Utara.

Anggaran itu sesuai kesepakatan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara.

Perhitungan sementara pembangunan SD Negeri 022 sekitar Rp3 miliar, menurut dia, tetapi masih menunggu hasil perhitungan rencana anggaran belanja (RAB) untuk kepastian.

Anggaran pembangunan SD Negeri 022 yang disiapkan itu, lanjut dia, untuk pembangunan ruangan kelas, kantor guru dan rumahan kepala sekolah.

Adanya pergeseran anggaran internal untuk pembangunan SD Negeri 022, maka sejumlah kegiatan Dinas Dikpora yang sudah direncanakan sebelumnya batal dilakukan pada tahun ini (2024).

Pembangunan SD Negeri 022 di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, sebelumnya bakal menggunakan bantuan tidak terduga (BTT), namun berdasarkan kesepakatan kebakaran SD Negeri 022 itu tidak masuk dalam kategori darurat

“Jadi, Dinas Dikpora geser anggaran yang ada untuk pembangunan SD Negeri 022, agar kegiatan belajar mengajar dapat terus berjalan,” kata Andi Singkerru.

Api menghanguskan 7,20 meter dari 40 meter total panjang bangunan SD Negeri 022 di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam pada peristiwa kebakaran yang terjadi pada 31 Januari 2024, ruangan yang terbakar di antaranya ruang kelas empat, lima dan enam, serta ruang kepala sekolah dan guru. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses