Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Kelompok tani Desa Rintik, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, berhasil menggunakan sistem irigasi digital farming pada budi daya tanaman bawang merah.
“Dengan sistem pengairan digital farming para petani mampu panen bawang merah sekitar 13 ton per hektare,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser UtaraAndi Trasodiharto di Penajam.
Budi daya bawang merah dengan sistem irigasi digital farming tersebut, lanjut dia, bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI).
Sistem irigasi atau pengairan digital itu merupakan teknologi digital melalui telepon pintar (smartphone) untuk mengoperasikan sistem pengairan yang dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan penyesuaian indikator keasaman tanah (potential of hydrogen/pH).
Hasil budi daya bawang merah para petani menggambarkan sistem pengairan digital farming berhasil dan tidak ada kendala, jelas dia, mulai proses tanam hingga panen dan pencegahan hama pada tanaman.
Diharapkan sistem irigasi digital farming dapat berkembang dan bisa digunakan kelompok tani lainnya di Kabupaten Penajam Paser Utara yang memudahkan budi daya pengembangan komoditas bawang merah.
Potensi pengembangan komoditas bawang merah di Kabupaten Penajam Paser Utara khususnya di Kecamatan Babulu masih sangat luas, menurut dia, sehingga sistem pengairan digital farming dapat memenuhi kebutuhan petani.
“Penggunaan sistem irigasi digital farming akan terus dikembangkan untuk meningkatkan produksi pertanian,” tambah Andi Trasodiharto.
Balai penyuluh pertanian Kecamatan Babulu terus memfasilitasi pengunaan sistem irigasi digital farming pada budi daya bawang merah pada kelompok tani di wilayah itu.
Penyuluh pertanian lapangan terus dikerahkan untuk memfasilitasi semua proses dudi daya tanaman kepada petani di wilayah binaan, sehingga di setiap desa dan kelurahan dapat mengembangkan komoditas unggulan yang spesifik. (adv/log)

















