
Penajam, helloborneo.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, Jansje Grace Makisurat mengingatkan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.
Kementerian Kesehatan, katanya , memprogramkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Antara lain melalui senam, menimbang bayi, mengunakan jamban, cuci tangan pakai sabun.
“Untuk senam dilakukan minimal 30 menit seminggu sekali. Kalau sudah rutin bisa setiap hari itu lebih baik,” kata
KJS juga menyelenggarakan Posyandu untuk balita dan lansia. Hal ini menurutnya sejalan dengan program Germas.
Posyandu, untuk balita atau Posyandu lansia, dikatakannya merupakan kegiatan masyarakat dan untuk masyarakat. Posyandu bukan milik puskesmas atau dinas kesehatan tetapi milik bersama.
Sedangkan tugas puskesmas tidak sebatas mengobati, namun juga melakukan sosialisasi dan pencegahan.
“Kami mendata masyarakat yang sakit, kalau ada kasus kesehatan, seperti hidrosefalus, kekurangan gizii, TBC, DBD, tolong laporkan dengan puskesmas. Di Kabupaten PPU ada banyak Puskesmas dan Puskesmas pembantu yang siap melayani,” jelasnya.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk melakukan gotong royong kebersihan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun setiap minggu.
“Masa bertelur nyamuk DBD dan tumbuh dewasa itu cepat, hanya 9 hari. Kalau bak air, atau tempat air tergenang, tidak dibersihkan, tidak dibuang airnya, akan menjadi sarang nyamuk penyebab DBD,” jelasnya mengatakan.
Ia melanjutkan, selama ini masyarakat selalu minta fogging (pengasapan). Padahal, fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik-jentiknya masih hidup. Yang tepat adalah 3M yaitu menguras, menutup dan mendaur ulang.
“Sebenarnya orang tua kita dulu sudah mengajarkan untuk tidur pakai kelambu. Sekarang kita galakkan kembali. Kalau pakai obat nyamuk, racun yang kita hirup, bukan saja nyamuk yang mati bisa-bisa kita juga. Untuk air di bak bisa dikasih bubuk abate, atau ikan tempalo. Ini beberapa upaya mengantisipasi DBD,” pungkasnya. (adv/kmf/log)

















