Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, menyebutkan pembenahan dan penataan pelabuhan diperlukan untuk mendongkrak atau meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) daerah berjuluk Benuo Taka itu.
Pembenahan dan penataan pelabuhan telah direncanakan secara matang oleh eksekutif, kata Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Raup Muin di Penajam, dan legislatif mendukung melalui penganggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Pembenahan dan penataan pelabuhan klotok (kapal) kayu dan speedboat (kapal cepat) itu, lanjut dia, dilakukan secara bertahap yang dimulai dari sisi dermaga.
Pembenahan dan penataan antara lain untuk penerangan dan menata pelabuhan agar tidak kumuh, menyediakan kawasan yang diutamakan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar dapat menggairahkan ekonomi sektor UMKM.
Pembenahan dan penataan juga dilakukan terhadap bangunan pelabuhan dan fasilitas pendukung penumpang seperti toilet, fasilitas keamanan penyeberangan, serta ketersediaan tempat parkir untuk kendaraan roda dua maupun roda empat dan lainnya.
“Jadi dengan pembenahan dan penataan yang dilakukan dapat menambah PAD, serta untuk kenyamanan dan keamanan pengguna jasa pelabuhan,” jelasnya.
Perencanaan pembenahan dan penataan diperkirakan membutuhkan anggaran cukup besar, menurut dia lagi, sehingga dilakukan secara bertahap dengan dukungan penganggaran setiap tahun hingga rampung.
Pengelolaan pelabuhan klotok dan kapal cepat itu akan dilakukan dengan cara kerja sama melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau lainnya yang saling menguntungkan.
Pembenahan dan penataan pelabuhan sangat penting karena kedua pelabuhan sudah ada sebelum memisahkan diri dari Kabupaten Paser, kata Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Hartono Basuki, dan belum pernah dilakukan perbaikan.
Pembenahan dan penataan kedua pelabuhan itu sekaligus membangun ikon ciri khas daerah sebagai pintu masuk ke Kabupaten Penajam Paser Utara, daerah asal dan terdekat dengan ibu kota negara baru Indonesia.
Kawasan pelabuhan klotok dan speedboat sebagai akses utama penyeberangan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan, jelas.Hartono Basuki, dibangun anjungan sebagai ciri khas sehingga dikenal masyarakat luas. (adv/log)
















