Malam Puisi di Padepokan Ilalang Persembahkan Puisi dan Diskusi Budaya

Malam Puisi di Padepokan Ilalang. (Ist)
Malam Puisi di Padepokan Ilalang. (Ist)

Tana Paser, helloborneo.com – Pagelaran seni dan budaya ‘Malam puisi” di Padepokan Taman Selfi ilalang Tanah Grogot Sabtu malam (15/6), berlangsung semarak dengan persembahan puisi dan diskusi budaya.

Acara ini diikuti anak-anak muda pecinta seni dan budaya dari berbagai tingkatan, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, hingga para guru dan masyarakat pecinta seni dan budaya lainnya.

Para peserta membawakan berbagai macam puisi, mulai dari puisi yang bertemakan tentang kehidupan manusia modern, percintaan, perjuangan hidup hingga kritik sosial.

Dyah Elly Kusrini, komisioner KPU Paser yang turut hadir dalam acara itu juga membacakan puisi berjudul “Bara Arcadia. Ada juga peserta yang membacakan puisi karya Sapardi Djoko Damono berjudul “Hujan Bulan Juni”.

Dalam setiap pembacaan puisi, sesekali peserta yang hadir dibuat tertawa ketika puisi berisikan bait-bait yang lucu dan jenaka. 

Pada kegiatan itu, Sastro Wanto, pendiri Padepokan Taman Selfi Ilalang, berbagi cerita tentang bagaimana ia jatuh bangun membangun padepokan ini dengan biaya swadaya para pencinta seni budaya. 

“Acara malam puisi yang ke-13 ini, dananya urunan dari teman- teman pencinta seni budaya, ” Kata alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini. 

Malam puisi di Padepokan Taman Selfi Ilalang ini, kata dia, salah satu bukti bahwa seni dan budaya masih hidup dan berkembang di Kabupaten Paser.

“Acara ini akan terus diadakan dan menjadi wadah bagi para pecinta seni dan budaya untuk berkarya dan berkreasi, ” kata Sastro Wanto. 

Setelah acara malam puisi selesai, para peserta kemudian terlibat dalam diskusi tentang bagaimana memajukan budaya dan seni di Kabupaten Paser. (mckab/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.