Pasca Musibah Kebakaran, Kelurahan Petung Gelar Doa Bersama

Doa bersama di Kelurahan Petung. (Ist)
Doa bersama di Kelurahan Petung. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Kelurahan Petung menggelar doa bersama, kegiatan ini diinisiasi Ketua RT 09 Kelurahan Petung. Mengingat beberapa fenomena musibah kebakaran, yang terjadi pada Maret 2024 komplek Pasar Petung, dan terjadi lagi Selasa 22/7/2024, di wilayah RT 09. Sebelumnya kejadian kebakaran terjadi juga di RT 04 dengan waktu selisih 15 menit.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberpa tokoh dari RT se Kelurahan Petung, LPM, Karantaruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kapospol petung, Tokoh Agama Tokoh Masyarakat, warga, dan kawan-kawan KKN Angkatan 50 Universitas Mulawarman, kegiatan berjalan khidmad dan lancar, penuh kekhusukan.

Kegiatan yang juga sebagai bentuk rasa syukur tidak adanya korban jiwa dalam musibah tersebut, dirangkai dengan tahlil bersama memanjatkan doa untuk para tetua, atau para orangtua yang turut membangun kelurahan Petung. Sekaligus dalam menyambut hari kemerdekaan 79 RI dan serta melakukan doa tolak bala.

Hal yang unik dalam kegiatan ini dilaksanakan secara gotongroyong dari warga ke warga. Dimana masing-masing warga membawa nasi kotak yang sudah dikemas untuk dibagikan. Serta ada tiga tumpeng yang dibuat, dengan cara ada yang menyumbang ingkung atau ayam. Dan masing-masing rumah membantu bumbu masakannya, seperti menyumbang, 2 dua siung bawang, cabe dan lain-lain.

Gelaran ini sebenarnya rutin dilaksanakan, namun pada saat pandemi covid, sempat terhenti. Momen ini dimulai kembali dilaksanakan, dan ada wacana akan dikonsep lebih meriah, untuk ajang silaturahim antar warga, dan mengenal satu sama lain, dan memupuk kerukunan antar warga.

Ketua Panitia, Naban menympaikan kepada warga untuk tetap mengecek secara berkala, listrik yang ada di rumah. Karena jika kabel terlalu lama dan panas akan merubah kabel menjadi serbuk, yang mengakibatkan putusnya arus pendek, beberapa kejadian musibah yang terjadi, akibat arus pendek.

Kapospol Petung, diwakili Bripka Hary menyampaikan untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban, umum di lingkungan sekitar. Dan menjaga anak-anak kita untuk tidak merusak dirinya dalam pergaulan, karena kenakalan remaja sering terjadi di wilayah Kelurahan Petung.

Lurah petung Achmad Fitriady mengucapakan terimakasih kepada seluruh warga yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Semoga kegiatan ini terus berjalan dan bisa lebih meriah, untuk memupuk, solidaritas kita, antar sesama, dan dapat mengenang para pendahulu yang sudah berkontribusi terhadap Kelurahan Petung. Agar kita tidak melupakan sejarah berdirinya Petung, rasa kekeluargaan antar sesama tetangga tetap subur dan bisa mengenal antar tetangga satu sama lain,” pungkasnya. (af/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses