Investasi Kabupaten PPU Tumbuh Seiring Pembangunan Kota Nusantara

Bagus Purwa

Pj Bupati PPU, Makmur Marbun. (Ist)
Pj Bupati PPU, Makmur Marbun. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, tumbuh seiring dengan pembangunan Kota Nusantara, ibu kota baru Indonesia di sebagian wilayah di daerah itu, yakni di Kecamatan Sepaku, kata Penjabat (Pj) Bupati setempat Makmur Marbun.

“Pembangunan Kota Nusantara timbulkan dampak positif pertumbuhan investasi,” ujar Pj Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun di Penajam.

Dampak positif tersebut membuktikan pembangunan dan pemindahan ibu kota negara, lanjut dia, memberikan pengaruh nyata terhadap kegiatan perekonomian serta berpotensi melahirkan pusat pertumbuhan baru.

Pertumbuhan investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, mulai terlihat seiring ditetapkannya Kecamatan Sepaku di daerah yang dikenal dengan Benuo Taka itu sebagai kawasan inti pusat pemerintahan untuk ibu kota baru Indonesia.

Para pemilik modal yang datang untuk menanamkan investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, menurut dia, masih didominasi sektor infrastruktur dan jasa.

Investasi yang masuk di Benuo Taka diharapkan dapat berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat secara merata dan tidak hanya berdampak pada segelintir golongan.

“Kami harap pertumbuhan ekonomi dinikmati merata seluruh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujarnya

Pertumbuhan investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara tergambar, pada 2022 target investasi Rp1 triliun, dan hingga akhir 2022 tercapai sekitar Rp1,39 triliun atau melampaui target.

Kemudian pada 2023 target investasi dari dalam negeri dan luar negeri dinaikkan menjadi Rp2,6 triliun, dengan realisasi hingga akhir 2023 hanya Rp2,1 triliun.

“Tapi itu sudah tunjukkan investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara mulai tumbuh karena investor melirik dengan adanya Kota Nusantara,” kata Makmur Marbun.

Target investasi sektor penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada 2024 ditambah menjadi Rp4 triliun, saat ini realisasi mencapai 90 persen dan diharapkan dapat tercapai 100 persen hingga akhir 2024. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses