
Penajam, helloborneo.com – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.
Salah satu langkah nyata yang diambil adalah melalui optimalisasi alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkeru, menyatakan bahwa seluruh sekolah di PPU telah menerima dana BOS, yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Dana BOS ini diprioritaskan untuk mendukung kegiatan pendidikan, mulai dari pengadaan sarana dan prasarana hingga operasional sekolah lainnya,” ujar Andi.
Andi menjelaskan pihaknya tidak memberikan beasiswa dalam bentuk uang tunai secara langsung kepada siswa, namun, memastikan bahwa semua siswa dapat mengakses pendidikan berkualitas tanpa dipungut biaya.
Andi menjelaskan bahwa dana BOS yang diterima sekolah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembayaran honor guru, pengadaan buku pelajaran, hingga pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.
Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung perkembangan siswa secara holistik.
“Dengan adanya dana BOS, sekolah dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran. Siswa tidak perlu lagi khawatir dengan biaya sekolah, sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh pada studinya,” kata dia.
Selain dana BOS, Disdikpora PPU juga menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban finansial orang tua dan mendorong mereka untuk terus memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya.
Andi menyampaikan bahwa penyaluran dana BOS berlangsung dengan baik. Hingga saat ini, seluruh sekolah tingkat PAUD telah menerima dana yang dialokasikan secara penuh, mencapai 100 persen. Total anggaran yang telah dicairkan untuk mendukung program pendidikan gratis ini mencapai 9 miliar rupiah.
“Kami berharap dengan adanya program pendidikan gratis ini, kualitas pendidikan di PPU dapat terus meningkat. Semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak,” pungkas Andi. (adv/kmf/log)

















