Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, melatih warga di daerah yang akrab disapa Benuo Taka itu pembuatan pupuk kompos upaya mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Buluminung.
“Kami terus sosialisasi kepada warga terkait pengolahan sampah rumah tangga organik dijadikan pupuk kompos,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara Safwana di Penajam.
Kemudian juga memprogramkan setiap tahun memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos dari sampah organik kepada warga Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Program sosialisasi dan pelatihan itu diharapkan lebih banyak warga mengolah sampah organik menjadi pupuk organik,” katanya.
Sampah non-organik juga memiliki nilai ekonomi tinggi, lanjut dia, sehingga warga dianjurkan memilah sampah non-organik yang bernilai ekonomi seperti kardus, aluminium, plastik dan lainnya untuk dijual ke bank sampah.
Keterlibatan warga dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan menjual sampah non-organik ke bank sampah dapat mengurangi sampah yang dibuang ke TPA Buluminung.
Produksi sampah di Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini tercatat 51,69 ton per hari, dan pengelolaan sampah dituangkan dalam kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada).
Melalui Jakstarada tersebut, ditargetkan pada 2024 penanganan sampah mencapai 70 persen dan sekitar 30 persen sampah dibuang ke TPA Buluminung.
“Ditargetkan pada 2025 pengurangan sampah yang dibuang ke TPA sekitar 28 persen dengan penanganan (pengolahan) mencapai 72 persen,” jelas Safwana.
Saat ini, telah terbentuk sekitar 40 bank sampah, bank sampah bakal diperbanyak di masing-masing desa dan kelurahan di setiap kecamatan secara bertahap.
Warga Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan berpartisipasi mengurangi timbulan sampah di TPA Buluminung untuk meminimalisir dampak lingkungan. (adv/kmf/log)
















