DLH Kabupaten PPU Butuh Tambahan Armada Tangani Kenaikan Produksi Sampah

Bagus Purwa

Kepala DLH Kabupaten PPU, Safwana. (Ist)
Kepala DLH Kabupaten PPU, Safwana. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara, membutuhkan penambahan unit armada pengangkut sampah untuk  menangani produksi sampah yang mengalami kenaikan.

“Kami sudah lakukan pengadaan armada pengangkut sampah pada 2024, yakni dua unit mobil dan 10 unit motor roda tiga,” ujar Kepala DLH Kabupaten Penajam Paser Utara Safwana di Penajam.

Dana yang dikeluarkan untuk pengadaan tersebut, untuk mobil lebih kurangRp700 juta per unit, sedangkan untuk motor roda tiga sekitar Rp50 juta per unit.

Sehingga saat ini DLH Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki 20 unit armada pengangkut sampah, menurut dia, terdiri dari mobil dan motor roda tiga pengangkut sampah.

“Tapi, masih butuh tambahan unit lagi untuk bisa layani hingga tingkat kelurahan dan desa,.kami usulkan lagi tambah 10 unit lagi pada 2024,” tambahnya.

Jumlah armada pengangkut sampah yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, sedikitnya 30 unit mobil maupun motor roda tiga.

Apalagi produksi sampah di Kabupaten Penajam Paser Utara terdata meningkat hingga 100 persen dari 2022 ke 2023, dan dari 2023 ke 2024 juga tercatat meningkat sekitar 100 persen.

“Produksi sampah saat ini mencapai kisaran 51,69 ton per hari,” jelasnya.

Kehadiran Kota Nusantara, ibu kota baru Indonesia yang dibangun di Kecamatan Sepaku, sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, ia menimpali lagi, produksi sampah di daerah yang akrab disapa Benuo Taka itu ikut meningkat.

Dengan demikian, kata Safwana lagi, DLH sangat perlu menambah peralatan penahanan sampah agar kawasan tetap bersih, termasuk menangani sampah di sekitar kawasan Kota Nusantara.

Untuk pengolahan sampah pada 2024 sudah mencapai 70 persen dan 30 persen sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), dan pada 2025 pengurangan sampah yang dibuang ke TPA ditargetkan sekitar 28 persen dengan pengolahan mencapai 72 persen. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses