
Jakarta, helloborneo.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) menggelar kegiatan Sosialisasi Perkoperasian dan Akses Pembiayaan Dana Bergulir di Kota Cirebon.
Tujuan kegiatan yang dilaksanakan, yaitu agar lebih banyak lagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang berkoperasi dan lebih banyak lagi koperasi yang bisa mengakses pembiayaan dari LPDB.
“Kita harus meyakini bahwa semua masalah pelaku UKM akan bisa diselesaikan lewat koperasi. Misalnya, terkait permodalan, kualitas produksi, hingga pemasaran,” kata Penasehat DWP Kemenkop Dina Budi Arie Setiadi seperti keterangan resminya.
Lanjutnya, di depan puluhan pelaku UKM yang rata-rata sudah menjadi anggota koperasi, Dina kembali menegaskan akan banyaknya manfaat dan keuntungan yang bisa diperoleh sebagai anggota koperasi.
Seperti saling membantu dan kongkrit menerapkan ekonomi kerakyatan. Dina juga berharap kegiatan seperti ini bisa meningkatkan jumlah anggota koperasi, khususnya dari kalangan pelaku usaha.
“Selain itu, pelaku usaha juga bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya melalui koperasi,” ucap Dina.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Oetje Koesoema Prasetia menjelaskan bahwa gelaran kegiatan sosialisasi dan Bimtek dari LPDB bersama Kemenkop merupakan bentuk dukungan terhadap program-program Kemenkop.
“Kalau koperasi sudah bagus dari sisi tata kelola keuangan, manajemen, dan lainnya, akan mendapatkan pembiayaan dari LPDB. Itu mindset yang harus dibangun di kalangan koperasi,” kata Oetje.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman menyebutkan bahwa pihaknya kini sudah memiliki MALL UKM yang dikelola koperasi. Mall tersebut berisikan produk-produk khas dari pelaku UKM dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Pangandaran, dan lainnya.
“Jadi, MALL ini intinya berfungsi untuk memberdayakan produk-produk dari pelaku UKM,” kata Iing. (ip/log)
















