Jakarta, helloborneo.com – Garuda Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah global dengan meraih penghargaan Best Team Collaboration dalam ajang Skyteam The Aviation Challenge (TAC) 2024.
Maskapai kebanggaan Indonesia ini mendapatkan penghargaan atas keberhasilannya dalam kampanye “Zero Waste to Zero Emissions”, yang melibatkan kolaborasi seluruh karyawan untuk mengelola limbah secara lebih berkelanjutan.
Kampanye yang berlangsung sampai dengan akhir 2024 lalu tersebut menitikberatkan optimalisasi waste station management yang tersedia di beberapa titik di area perkantoran Garuda Indonesia.
Melalui edukasi dan kampanye yang konsisten dilakukan, program ini berhasil mengelola 14.605,35 kg limbah, dengan tingkat daur ulang mencapai 99 persen, yang setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 12.965,15 kg CO2 atau setara dengan menanam 220 pohon selama 10 tahun.
Direktur Human Capital dan Corporate Service Garuda Indonesia, Enny Kristiani, menyatakan bahwa penghargaan tersebut membuktikan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan komitmen lingkungan yang berkelanjutan.
“Melalui berbagai partisipasi dan kolaborasi aktif di seluruh lini layanan maupun operasional, Garuda Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya membawa perubahan positif namun juga dapat menginspirasi banyak pihak,” ujarnya pada Jumat (14/2/2025).
Enny berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi optimisme tersendiri bagi seluruh karyawan Garuda Indonesia untuk bersama-sama menjaga soliditas dalam mewujudkan berbagai ide-ide inovatif lainnya di masa mendatang, utamanya pada kaitan komitmen dekarbonisasi.
Untuk diketahui, Skyteam The Aviation Challenge (TAC) merupakan kompetisi yang diinisiasi oleh Skyteam sejak tahun 2022 lalu untuk mengumpulkan ide-ide terbaik dari anggota Skyteam maupun maskapai global lainnya dalam menciptakan perubahan dalam mendukung upaya menjaga lingkungan berkelanjutan dari dampak aktivitas penerbangan.
Pada ajang TAC 2024, Garuda Indonesia bersaing dengan 24 maskapai global, termasuk dua maskapai di luar anggota Skyteam yang menampilkan 327 ide inovasi terbaik mereka untuk memperebutkan total 18 penghargaan yang terbagi ke dalam tiga kategori utama yakni Advancing Adoption: ‘Putting it into Practice’, Boosting Collaboration: ‘Working Together’, dan Empowering Sustainability: ‘Embedding Change in the Business’.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa maskapai nasional mampu bersaing di tingkat dunia dalam hal inovasi lingkungan. Selain kampanye pengelolaan limbah, Garuda Indonesia juga telah melakukan berbagai inisiatif lain seperti penanaman mangrove, pembelian sertifikat penurunan emisi gas rumah kaca (SPE-GRK), penjajakan penggunaan produk kemasan ramah lingkungan di sejumlah penerbangan, hingga uji coba penerbangan dengan bioavtur.
Dengan pencapaian ini, Garuda Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai maskapai yang tidak hanya mengutamakan layanan terbaik tetapi juga berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. (ip/log)
















