Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Salah satu prioritas utama dalam visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, adalah mewujudkan swasembada pangan secara nasional. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati, meyakini bahwa Kabupaten PPU memiliki potensi besar untuk ikut berkontribusi dalam mencapai target strategis tersebut.
Sujiati menyebutkan bahwa Kecamatan Babulu di Kabupaten PPU telah lama dikenal sebagai lumbung padi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dengan luas lahan sawah produktif mencapai antara 8.000 hingga 13.127 hektare. Menurutnya, potensi tersebut tak hanya dapat mendukung program nasional, tetapi juga menjadi penyangga utama kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun di Kecamatan Sepaku.
“Ribuan hektare lahan pertanian di Babulu punya potensi luar biasa. Ini bisa menjadi bagian penting dari Asta Cita Presiden Prabowo, terutama dalam sektor pangan,” ujar Sujiati.
Sujiati menekankan bahwa agar lahan pertanian di Babulu bisa berkontribusi secara maksimal, maka perlu ada penguatan infrastruktur pengairan. Salah satu proyek vital yang mendesak untuk direalisasikan adalah Bendung Gerak Sungai Telake di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.
Proyek bendungan tersebut sudah lama dirancang oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV bersama Kementerian PUPR dan Pemprov Kaltim, namun hingga kini belum juga terealisasi. Padahal, bendung tersebut akan memberi manfaat langsung pada ribuan hektare sawah di dua kabupaten, yakni Kabupaten PPU dan Kabupaten Paser.
“Hampir setiap kali kami melakukan reses ke Babulu, keluhan petani selalu sama: kekurangan air untuk lahan. Pembangunan Bendung Telake akan menjadi solusi jangka panjang untuk menjawab persoalan ini,” ungkap politisi perempuan dari fraksi Gerindra ini.
Ia berharap pemerintah pusat segera merealisasikan proyek strategis tersebut agar hasil panen dapat meningkat, produktivitas petani terjamin, dan pada akhirnya dapat mendorong kesejahteraan masyarakat pedesaan.
“Jika air terjamin, hasil pertanian pasti lebih baik. Ini penting, tidak hanya untuk PPU dan Kaltim, tapi juga untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkas Sujiati. (adv/log)
















