DPRD PPU Dorong Pemerintah Maksimalkan Potensi Budidaya Ikan Air Tawar

Edy Suratman Yulianto

Anggota DPRD Kabupaten PPU Hariyono. (Ist)
Anggota DPRD Kabupaten PPU Hariyono. (Ist)

Penajam, helloborneo.comKabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ternyata menyimpan potensi luar biasa dalam sektor perikanan, khususnya budidaya ikan air tawar. Melihat peluang besar ini, Anggota DPRD Kabupaten PPU Hariyono mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk lebih serius dalam mengembangkan sektor ini sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal dan peningkat kesejahteraan masyarakat.

“PPU ini punya sumber daya alam yang sangat mendukung untuk budidaya ikan air tawar. Tapi sayangnya, belum semua potensi itu dimaksimalkan,” ujar Hariyono, yang akrab disapa Ion.

Menurutnya, daerah seperti Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, memiliki tambak produktif seluas 2.600 hektare yang dikelola langsung oleh masyarakat. Bahkan, berdasarkan data Dinas Perikanan tahun 2016, desa ini masih menyimpan potensi lahan hingga 9.000 hektare yang bisa dikembangkan menjadi tambak.

Tak hanya di Babulu Laut, beberapa wilayah di Kecamatan Penajam seperti Kelurahan Gersik, Sesumpu, dan Nenang juga memiliki tambak produktif. Namun, hasil panen dari tambak-tambak tradisional tersebut belum optimal karena minimnya dukungan program dan teknologi dari pemerintah.

“Kalau ada intervensi dari Pemkab—baik dari sisi pelatihan, bantuan benih, maupun teknologi—saya yakin produksi bisa meningkat drastis. Ini bukan hanya bicara soal ikan, tapi juga soal penghidupan masyarakat,” tegasnya.

Hariyono yang merupakan politisi Partai Hanura juga memberikan apresiasi atas inisiatif Dinas Perikanan dalam mengembangkan kampung budidaya ikan air tawar di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu. Menurutnya, langkah ini patut dijadikan percontohan dan diperluas ke wilayah lain yang memiliki potensi serupa.

“Program kampung budidaya seperti di Sebakung Jaya jangan sampai mandek. Pemerintah harus konsisten memberikan pendampingan, termasuk edukasi dan bantuan yang dibutuhkan para pembudidaya,” tambahnya.

Ia juga menyinggung pentingnya kesiapan sektor perikanan menghadapi pertumbuhan kebutuhan pangan di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di wilayah yang berdekatan. Dengan dukungan program yang tepat sasaran, Kabupaten PPU bisa menjadi salah satu penyuplai utama ikan air tawar untuk wilayah IKN dan sekitarnya.

“Kita punya peluang emas di depan mata. Tinggal bagaimana pemerintah mengolahnya jadi sumber kemakmuran bagi masyarakat,” tutupnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses